Connect with us

Ekonomi

Sri Mulyani Tuding BUMN Hambat Investasi Asing, Rizal Ramli: Makin Ngawur

Published

on

Rizal Ramli (Foto Dok. Rusman)

Sri Mulyani Tuding BUMN Hambat Investasi Asing, Rizal Ramli: Makin Ngawur. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Rusman)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Analisa Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai dominasi BUMN disebut hambat investasi asing, menurut ekonom senior Rizal Ramli dinilai sebagai analisa yang ngawur.

RR sapaan Rizal Ramli menjelaskan di dalam ekonomi konstitusi effisensi sangat dianjurkan di BUMN. Untuk itu dirinya mengatakan BUMN tidak boleh dihambat dengan adanya inefisiensi.

Sebaliknya jika ada ineffisensi dan management di BUMN yang mengalami masalah, maka kata Rizal Ramli, sudah seharusnya dilakukan pembenahan.

“Kok makin lama analisanya makin ngawur 😀. Inefisiensi dan management BUMN yang jadi masalah, itu yang harus dibenahi! Ekonomi konstitusi memang anjurkan BUMN yang effisien. Jangan hambat BUMN sekedar buat bikin senang asing,” ungkap Rizal Ramli melalui akun twitter resminya, @ramlirizal dikutip Jumat (2/8/2019).

Baca Juga: Harga Cabai Tak Kunjung Turun, DPRD Jatim Prihatin

Loading...

Sebelumnya dikutip dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peranan BUMN yang dominan di dalam perekonomian bisa menghambat masuknya investasi asing. Sebab, investor asing dipandang tak akan mau membawa aliran investasi ke Indonesia jika lingkungan bisnis tidak kompetitif.

Ia menuturkan Penanaman Modal Asing (PMA) masih merupakan faktor krusial bagi Indonesia lantaran mereka memiliki teknologi yang bisa menciptakan nilai tambah ekonomi. Jika PMA terhambat, kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas tidak akan tercipta jika pemerintah dan BUMN intervensi di struktur perekonomian Indonesia.

“Dan ini memang tengah menjadi isu bagi kami karena kalau mau meningkatkan produktivitas, maka PMA akan sangat penting. Tapi, investasi tidak mau masuk kalau negara dan BUMN terlalu mendominasi,” jelas Sri Mulyani, Kamis (1/8).

Baca Juga:  Sastrawan Dunia Ini Dulunya Seorang Jurnalis Produktif

Pewarta: Romandhon

Loading...

Terpopuler