Connect with us

Mancanegara

Sri Lanka Target 1 Miliar dari Proyek yang Didanai China di Colombo Port City

Published

on

Colombo Port City atau pelabuhan Sri Lanka di pusat kota Colombo. (Foto: Tharushan Fernando/ewsfirst.lk)

NUSANTARANEWS.CO, Colombo – Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan bahwa negaranya akan menarik 1 miliar dolar AS setelah menyelesaikan proyek pertama pelabuhan kota besar yang didanai China.

Colombo Port City yang didanai China Communications Construction Company Limited (CCCC) diperkirakan menghabiskan biaya total 1,4 miliar dolar dengan lokasi pertama untuk konstruksi yang diperkirakan akan rampung pada akhir 2018 mendatang.

Begitu proyek ini siap, investasi senilai sekitar 1 miliar dolar diperkirakan akan masuk ke Sri Lanka. Sementara, total proyek diperkirakan akan menarik investasi dari seluruh dunia bernilai miliaran dolar.

Tak hanya pelabuhan di ibu kota, Sri Lanka juga diketahui sudah melepaskan saham mayoritas pelabuhan laut Hambantota yang mengalami kerugian. Pelabuhan Hambantota ini berada di lokasi strategis. Pemerintahan Sri Lanka melepas saham pelabuhan Hambantota seharga US$ 1,12 miliar kepada perusahaan milik negara China Merchants Port Holdings. Dikatakan Menteri Mahinda Samarasinghe, pelepasan saham pelabuhan tersebut telah mendapat persetujuan dari kabinet Si Lanka untuk menjual 70 persen sahamnya.

Pelabuhan Hambantota mengangkangi jalur pelayaran internasional di sebelah barat dan tersibuk di seluruh Samudera Hindia. China sangat berambisi menguasai Hambantota untuk mengamankan jalur perdagangan lautnya yang sekaligus merupakan bagian dari rencana string of pearls Beijing untuk serangkaian pelabuhan yang membentang dari perairannya sampai ke Teluk Persia untuk kepentingan energi dan minyak.

Artinya, dua pelabuhan strategis Sri Lanka sudah berhasil diakuisisi China setelah sekian lama mendapat penolakan keras dari negara yang kini dipimpin Maithripala Sirisena itu.

Berbicara pada pertemuan tahunan Organisasi Internasional Komisi Sekuritas (IOSCO) dan Komite Pasar Pertumbuhan dan Emerging (GEM), seperti dikutip kantor berita Xinhua, Wickremesinghe mengatakan bahwa investasi tersebut akan memperkuat posisi Sri Lanka dan membantu pulau itu membayar kembali hutangnya.

Baca Juga:  Komandan Seskoal Paparkan Kolaborasi Angkatan Laut dan Coast Guard untuk Blue Economy

Seperti diketahui, saham Hambantota dijual kepada China karena memerlukan suntikan modal sebesar US$ 600 juta. Wickremesinghe menjelaskan, sejak 2006, Sri Lanka telah terlibat dalam tingkat hutang yang tinggi dari hutang komersial ke lokal dan luar negeri untuk mendanai program pembangunan sampai akhirnya pemerintah memutuskan untuk membujuk Beijing agar mau memberikan kucuran hutang.

Wickremesinghe menambahkan bahwa pemerintah memutuskan untuk melakukan investasi berskala besar termasuk pengembangan Pelabuhan Hambantota dengan bantuan China dan penguatan Bandara Mattala, yang semuanya akan memperkuat posisi pulau ini di Samudra Hindia. Selanjutnya Sri Lanka akan membawa undang-undang baru untuk memperbaiki lingkungan bisnis di negara kepulauan tersebut. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler