Connect with us

Terbaru

Split Ticket Voting Terjadi Pada Kedua Basis Partai Koalisi Capres-Cawapres 2019

Published

on

Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaSplit Ticket Voting terjadi pada kedua basis partai koalisi Capres-Cawapres 2019. Salah satu hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyebutkan basis koalisi partai pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai angka 56.2 persen. Basis pendukung pasangan tersebut disebut Koalisi Indonesia Kerja.

Sementara itu, basis koalisi partai pendukung pasangan Prabowo-Sandi yang dinamai Koalisi Adil dan Makmur hanya meraup 26.2 persen saja. Sebantyak 1.2 persen non koalisi dan 16.5 persen lainnya non partisan.

“Berdasarkan dukungan terhadap parpol, sekitar 56.2% pemilih merupakan basis koalisi partai pengusung dan pendukung pasangan Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin, 26.2% basis koalisi pengusung dan pendukung pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno, dan selebihnya merupakan kelompok non partisan dan basis partai di luar koalisi pengusung dan pendukung,” kata Indikator dikutip dari hasil survei terbarunya bertajuk, Split-Ticket Voting dalam Pilpres 2019, Kamis (24/1/2019).

Temuan lain terkait pilihan capres-cawapres menurut basis partai menyimpulkan bahwa pada kelompok partai koalisi Jokowi-KH Ma’ruf Amin, basis PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi. Sementara pada basis koalisi Prabowo-Sandi, terutama Demokrat dan Berkarya paling besar terbelah ke petahana.

Dengan kata lain, pada kelompok partai koalisi pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, PDIP paling solid mendukung capres-cawapres yang diusung. PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi. Kemudian Golkar, PKB, NasDem dan Perindo sekitar 27-31% basisnya tidak searah dengan arah partai. PSI dan PKPI sangat solid mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, tapi basisnya masih rendah.

Sementara pada kelompok partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi, Demokrat dan Berkarya paling banyak terbelah mendukung
petahana, sekitar 40-42%. Secara total, split ticket voting terjadi pada kedua basis partai koalisi.

Baca Juga:  Penyebaran Kanker di Kaltara Mengkhawatirkan, PKK Lakukan Kampanye Deteksi Dini

Survei Indikator dilakukan pada 16-26 Desember 2018 terhadap 1.220 responden. Populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(eda/bya)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler