Connect with us

Sosok

Sosok Sutopo Purwo Nugroho di Mata Ketua PBNU

Published

on

Sutopo Purwo Nugroho (Foto Dok. Nusantaranews)

Sutopo Purwo Nugroho (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Tanfidiyah PBNU Robikin Emhas memberikan pandangannya terhadap sosok Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di mata Robikin Emhas, sosok yang sehari-hari akrab dengan panggilan Sutopo adalah sosok menginspirasi. Suopo adalah pria yang terlahir dari pasangan Suharsono Harsosaputro dengan Sri Roosmandari.

“Menempatkan derita orang lain di atas derita diri,” ungkap Robikin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu, 7 Oktober 2018.

“Ia yang didera kanker paru stadium 4 ini seakan tak peduli, tetap abdikan diri. Selalu memberi informasi saat bencana terjadi, melayani masyarakat terdampak bencana sepenuh hati. Bukan semata karena mengemban jabatan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Namun filosofi hidup yang dipedomani,” sambungnya.

Menyitir perkataan Sutopo, Robikin menjelaskan, “Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain,” ujar lulusan terbaik UGM tahun 1994 seperti dikutip Presiden Jokowi.

Filosofi hidup pria kelahiran 7 Oktober yang hari ini genap berusia 49 tahun itu melalui proses penempaan diri dan edukasi. “Maklum, alumni IPB untuk gelar magister dan doktoral ini sedari muda memang mengutamakan pendidikan, edukasi. Hidup serba kekurangan materi tak menyurutkan diri. Status juara SMP, SMA hingga mahasiswa berprestasi pun ia raih,” terangnya.

Robikin menegaskan, hidup bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar dapat membantu orang lain. “Ungkapan itu senafas hadits Nabi, khairu an-nas anfa’uhum li an-nas. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi kontribusi terbaik bagi sesama,” katanya.

“Selamat Ulang Tahun, Pak Sutopo. Terus lupakan derita diri dan mengabdi. Ibu Pertiwi tersenyum karenamu.”

Baca Juga:  Dolar Tembus 15.000 rupiah, BPS: Bukti Fundamental Ekonomi Kropos

Editor: Alya Karen

Loading...

Terpopuler