Connect with us

Inspirasi

Sosok Srikandi Cantik Wakil Rakyat DPRK Pidie Jaya

Published

on

Sosok Srikandi Cantik Wakil Rakyat DPRK Pidie Jaya

Sosok Srikandi Cantik Wakil Rakyat DPRK Pidie Jaya. Hasnita, S.Pd satu-satunya Perempuan sebagai Wakil Rakyat Pidie Jaya/Foto: Ist

NUSANTARANEWS.CO, Aceh – Sosok Srikandi cantik wakil rakyat DPRK Pidie Jaya. Hasnita S.Pd namanya. Sosok perempuan cantik berperawakan mungil ini, sekilas tak nampak jika dia adalah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) periode 2019-2024. Penampilannya sangat sederhana seperti perempuan-perempuan lain pada umumnya. Kesederhanaan itulah yang disukai oleh masyarakat sehingga menghantarkannya terpilih dalam pemilu legislatif 4 April 2019.

Pada saat acara pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat terpilih tahun lalu, semua mata tertuju memandangnya. Bukan saja karena muda dan cantik, tapi karena dialah satu-satunya srikandi yang berhasil terpilih dari seluruh 25 anggota dewan yang mendapatkan kursi untuk duduk sebagai Wakil Rakyat Pidie Jaya

Kak Nita, begitu panggilan akrabnya. Sekilas terlihat sangat pendiam, namun ternyata dia adalah sosok yang hangat dan ramah bila kita sudah mengenal dekat dengannya.

Meski berlatar belakang sarjana pendidikan, politisi muda partai Aceh ini juga menguasai banyak hal sesuai dengan kapasitasnya sebagai anggota dewan, baik masalah sosial-masyarakat, ekonomi, politik serta isu gender terlontar dengan begitu fasih dari mulutnya yang mungil ketika berdiskusi.

Kepada Nusantaranews.co, Hasnita mengaku bahwa dirinya saat ini fokus pada masalah politik, sosial masyarakat, dan kemanusiaan, khususnya masalah perempuan dan anak-anak yang selama ini termarjinalkan. Selain itu, memang dialah satu-satunya wakil rakyat dari kaum hawa. Jadi menurutnya, sudah selayaknya jika keprihatinannya tertuju pada persoalan perempuan dan anak tersebut.

Hasnita juga sangat besyukur atas kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. “Saya sangat berterima kasih atas sebuah kesempatan yang luar biasa yang diberikan oleh rakyat. Saya menganggap menjadi anggota dewan itu bukanlah sebuah jabatan, tapi sebuah amanah besar yang saya pikul dipundak yang kelak harus saya pertanggung jawabkan secara moral kepada pemilih dan juga secara spiritual kepada Allah Swt di yaumul akhir.

Srikandi Pidie Jaya kelahiran Bandar Dua pada 35 tahun yang lalu ini lolos menjadi anggota dewan diusung oleh Partai Aceh dari Daerah Pemilihan Kecamatan Bandar Dua dan Jangka Buya. Ibu dengan 3 orang anak ini sebelumnya tidak pernah terjun ke dunia politik.

Baca Juga:  Tentang Kesantunan, Mari Mengadopsi Doktrin Pendidikan Pondok Pesantren

Anggota Komisi C DPRK ini menilai bahwa masih banyak perempuan lain yang lebih hebat dari dirinya, tetapi mereka belum beruntung terpilih seperti dirinya. Oleh sebab itu, politisi perempuan in berharap pada periode yang akan datang semakin banyak perempuan yang terpilih untuk memenuhi amanat undang-undang 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif.

“Sekarang sudah saatnya kaum perempuan tampil berbuat untuk kepentingan masyarakat meski tidak menjadi anggota dewan. Apalagi di era informasi dan kemajuan jaman seperti ini, pemikiran-pemikiran perempuan sangat dibutuhkan dalam berbagai isu untuk mempengaruhi stake holder sebagai pemangku kepentingan demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap perempuan kelahiran tiga puluh lima tahun ini.

Ibu tiga anak ini juga mengaku bahwa dirinya merasa terpanggil untuk berbuat bagi kaum perempuan dan anak, khususnya di Pidie Jaya, tanah kelahirannya.

Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pidie Jaya yang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Disinilah pemerintah perlu hadir dengan kebijakan yang melindungi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok yang rentan dan termarjinalkan selama ini.

Saat merebaknya penyebaran virus corona ini, perempuan yang tidak pernah terjun ke dunia politik ini berkomitmen akan memberikan dukungan bagi para relawan dan pekerja sosial yang bergerak di perlindungan perempuan dan anak – terutama bagi korban dan keluarganya harus kita perhatikan karena rata -rata mereka berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, kata perempuan cantik ini dengan prihatin.

Saat ditemui Nusantaranews.co disela-sela kegiatan bersama relawan PMI Pidie Jaya yang melakukan penyemprotan di beberapa wilayah, perempuan mungil ini terlihat gesit dan cekatan saat dibutuhkan kehadirannya, serta selalu berada di tengah-tengah relawan dan masyarakat.

Baca Juga:  23 SDN di Sumenep Terapkan Program Digital School

“Saya sengaja turun langsung karena saya ingin berada di tengah-tengah masyarakat yang telah mengantarkan saya sehingga saya menduduki kursi legislatif, disinilah mereka perlu kehadiran kita untuk saling memberi kekuatan dan dukungan baik moril maupun spiritual,” ujarnya dengan raut sungguh-sungguh.

Musibah ini adalah musibah bersama dan kita semua bertanggung jawab untuk saling bahu-membahu mencegah penyebaran virus Covid-19 ini di Pidie Jaya, tambahnya dengan semangat.

Di akhir pertemuan, Anggota Dewan yang diusung Partai Aceh dan tergabung dalam komisi C ini, berharap agar wabah Virus Corona ini segera berlalu sebelum Ramadhan tiba. Semoga upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Pidie Jaya ini dapat tertangani dengan baik yang melibatkan kerja sama semua pihak. Bravo perempuan hebat. (M2)

Loading...

Terpopuler