Connect with us

Kolom

Sosok Royhan Akbar, Putra Bungsu Mahfud MD yang Dikepoin Netizen

Published

on

Ini Sosok Royhan Akbar, Putra Bungsu Mahfud MD yang Dikepoin Netizen. (FOTO: Dok. Pribadi/Mahfud MD)

Ini Sosok Royhan Akbar, Putra Bungsu Mahfud MD yang Dikepoin Netizen. (FOTO: Dok. Pribadi/Mahfud MD)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Adalah sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang tua menghadiri acara wisuda sang anak. Apalagi, kampus tempat si anak merupakan salah satu kampus terbaik di dunia, yaitu Universitas Columbia sebuah universitas swasta di Kota New York, Amerika Serikat.

Kebahagiaan dan kebanggaan tersebut dirasakan dan dialami oleh salah satu tokoh nasional Mahfud MD. Hal itu diketahui saat Mahfud memposting foto bersama putranya, Royhan Akbar di sela-sela prosesi wisuda. Foto yang diunggah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu di akun twitternya, sontak perhatian netizen tertuju pada foto Royhan yang baru lulus dari Law School bidang Hukum Bisnis Internasional, Universitas Columbia.

Baca Juga:

Ichan, begitulah panggilan sehari-hari putra bungsu Mahfud yang membuat warga net ingin tahu banyak tentang pria muda berprestasi dan berparas ganteng itu.

Mahfud pun menuruti keingintahuan warganet. Melalui akun Twitternya yang diunggah pada Kamis (17/5/2018), Mahfud berbagi cerita kepada warga net seputar kehidupan Royhan. “Saya ingin ceritakan bagaimana anakku sejak kecil belajar tanpa paksaan atau pengawasan yang berlebihan,” tutur Mahfud membuka cerita.

Royhan, lanjut Mahfud, lahir di Sleman, Yogyakarta pada tanggal 8 Februari 1991. “Dia lahir saat saya menjadi academic researcher di Columbia University untuk penulisan disertasi doktor saya di Pasca Sarjana UGM. Saya tinggalkan isteri saya ke New York ketika Royhan msh 7 bulan dalam kandungan ibunya,” Mahfud mengisahkan.

Baca Juga:  Haul Gus Dur Ke-7 Di MMD Initiative: Gus Dur Sang Aktivis

“Pada akhir 1990 saya dapat beasiswa untuk sandwich program 1 tahun di Amerika untuk melakukan studi pustaka guna menyelesaikan disertasi saya di UGM tentang Politik Hukum. Di Columbia University yang adalah Universitas tertua di USA saya menjadi sarjana tamu peneliti di Pusat Studi Asia,” imbuh Mahfud.

Pada dini hari, 8 Februari 1991, lanjut Mahfud, dirinya nendapat berita dari sang isteri bahwa putranya yang ke-3 lahir sebagai bayi laki-laki. “Katanya, saat lahir berteriak kencang dan baru mereda saat telinganya diadzani oleh keponakan saya Saiful Arifin. Dari New York saya bertasbih dan bertakbir Allahu Akbar,” kata Mahfud.

“Sehabis salat subuh saya membaca Qur’an Surat Kahfi, Yasin, dan Waqi’ah. Dari surrat Waqiah saya menemukan kata Royhan (Farawhun wa royhaan). Royhan artinya kegembiraan atau keberhasilan. Kata Royhan saya sambung dengan kata Akbar. Jadilah nama Royhan Akbar (kegembiraan yang besar),” lanjutnya.

Lebih lanjut, Mahfud bercerita: “Sepulang saya ke Indonesia Royhan sudah bermur 6 bulan. Waktu bersendagurau dengan masa kecil Royhan tidak lama sebab saya sangat sibuk sebagai dosen tetap yang sekaligus dosen terbang. Saat dia mulai masuk SD saya diangkat menjadi Menteri Pertahanan. Semakin sulit saya untuk bisa menemaninya.”

“Sampai masuk SMP pendidikan Royhan lebih banyak diurus ibunya. Royhan memang termasuk mandiri, sepertinya sudah merasa bahwa orang tuanya sangat sibuk dalam tugas. Pilihan-pilihan sekokah dan kuliahnya diurus sendiri sampai lulus dari kelas internasional Fakultas Hukum UGM (Universitas Gajah Mada),” kata Mahfud.

Belum selesai disitu, saat menjadi mahasiswa Fakultas Hukum UGM, sambung Mahfud, putra bungsunya itu sudah sering dikirim keluar negeri untuk ikut lomba “peradilan semu” secara internasional. Setelah lulus Fakultas Hukum UGM Royhan ingin sekolah S2 di USA. Pilihannya tertuju ke Fakultas Hukum di 3 Universitas yaitu Harvard, Stanford, dan Columbia. Tiga itu saja pilihannya.

Baca Juga:  Bagi-bagi Sertifikat Tanah Hanya Political Will, Bukan Inti Program Reforma Agraria

“Sebelum diterima di Columbia Royhan pernah mendapat peluang baik untuk masuk ke universitas di Australia dan Inggris tapi dia tidak mau karena inginnya ke Amerika. Saya sering membatin, mungkin dia ingin ke Columbia University karena dia lahir saat saya di Universitas tersebut di New York,” tutur Mahfud.

“Awal Ramadhan (16 Mei 2018) ini saya ada di Columbia University New York, menemani anak saya Royhan yang diwisuda dari kampus tempat saya menemukan dan memberi nama saat dia dilahirkan pada Februari 1991. 27 tahun terasa baru kemarin. Ada banyak pesan kehidupan di dunia dari Alllah,” sambung Mahfud.

Demikian, penjelasan Mahfud MD kepada para netizen yang menanyakan dan ingin tahu lebih banyak tentang Ichan. Olahraganya futsal, kesukaannya membaca buku, agak pendiam tetapi pekerjaannya selalu selesai dengan baik.

Pewarta: Achmad S.
Editor: Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler