Connect with us

Hankam

Sosialisasi Perlawanan Wilayah, Dukung Pertahanan Semesta

Published

on

pertahanan semesta, operasi militer selain perang, omsp, keutuhan nkri, pertahanan nkri, kemanunggalan tni, tni dan rakyat, pertahanan

Kepala Staf Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya Letnan Kolonel Moch Sulitiono gelar sosialisasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk mewujudkan kemanunggalan di antara TNI dan rakyat, Mojokerto, Kamis (9/8/2018). (Foto: Istimewa/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Mojokerto – Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dinilai sangat penting untuk terus dilakukan. Tak hanya mampu mewujudkan kemanunggalan di antara TNI dan rakyat saja, namun upaya itu juga dinilai sangat ampuh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai dengan doktrin pertahanan semesta.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya Letnan Kolonel Moch Sulitiono di Mojokerto, Kamis (8/8/2018). Menurutnya, sebelum digelarnya OMSP, ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan secara matang.

“Dalam pelaksanaannya, dapat diimplementasikan dalam bentuk pembinaan teritorial seperti yang selama ini di lakukan oleh prajurit TNI AD di masyarakat,” kata Kasrem.

“Pembinaan itu, merupakan bentuk dan upaya penyiapan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukung secara dini, sesuai sistem pertahanan semesta,” tambah Letkol Sulistiono melalui sambutan Danrem yang di bacakannya dalam kegiatan sosialisasi penyusunan dan inventarisasi dana perlawanan wilayah.

Tak hanya dilakukan oleh pihak TNI AD saja, Kasrem mengatakan upaya itu juga perlu di dukung oleh pihak-pihak terkait, tanpa terkecuali Pemda setempat.

“Sinergitas itu nantinya meliputi pembinaan sumber daya nasional, baik berupa pembinaan geografi, demografi dan kondisi sosial di masyarakat,” ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Letkol Sulistiono berharap sosialisasi yang dipimpin oleh dirinya saat ini para peserta dapat memiliki kemampuan dalam menghimpun, menyusun hingga menginventarisasi data Wanwil di setiap wilayah tugas masing-masing peserta.

“Sehingga, nantinya data-data yang diterima bisa valid, akurat dan upto date serta terlaksana secara optimal,” pungkasnya. (myp)

Editor: M Yahya Suprabana

Komentar

Advertisement

Terpopuler