Connect with us

Politik

Sosialisasi Empat Pilar di Ponorogo, MPR Minta Masyarakat Syukuri Realitas Keberagaman

Published

on

Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Gedung Bappeda Pemkab Ponorogo, Selasa (26/11/2019) Sri Wahyuni mengatakan Empat Pilar kehidupan berbangsa harus dipahami oleh semua masyarakat Indonesia.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Gedung Bappeda Pemkab Ponorogo, Selasa (26/11/2019) anggota MPR RI Sri Wahyuni mengatakan Empat Pilar kehidupan berbangsa harus dipahami oleh semua masyarakat Indonesia. (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Penguatan Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika bagi perwakilan elemen dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo, mahasiswa serta perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Ponorogo terus digelorakan oleh anggota MPR RI dari Fraksi NasDem, Sri Wahyuni.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Gedung Bappeda Pemkab Ponorogo, Selasa (26/11/2019) Sri Wahyuni mengatakan Empat Pilar kehidupan berbangsa harus dipahami oleh semua masyarakat Indonesia.

“Keempat pilar tersebut wajib diketahui oleh masyarakat guna mendalami nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Sehingga seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) termasuk kami diminta untuk menyosialisasikan ke tengah masyarakat atau kelompok masyarakat seperti yang kita lakukan saat ini,” papar Sri Wahyuni.

Di hadapan 150 orang peserta Sri Wahyuni menambahkan saat ini yang mengancam keutuhan empat pilar negara itu menurutnya adalah bangsa Indonesia kadang masih terkotak-kotak.

“Persatuan dan kesatuan adalah perekat bangsa,” imbuh anggota DPR RI asal Dapil Jatim IX (Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan dan Ngawi).

Lebih lanjut istri Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menambahkan saat ini masih ada sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu dan mengganggu nilai-nilai kesaktian Pancasila, Keutuhan NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945. Di antaranya ialah lemahnya penghayatan agama.

Bahkan, anggota Komisi V DPR RI ini juga menjelaskan bahwa pemahaman Bhineka Tunggal Ika yang menjadi ciri khas sekaligus jati diri bangsa.

“Realitas tentang keberagaman ini harus disyukuri mulai dari etnis agama, ras sebagai anugerah Allah SWT sehingga menjadi kewajiban semua pihak menjaganya,” terangnya.

Tidak hanya Sri Wahyuni, pada kesempatan itu Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo Sulthon juga memberikan pemahaman terkait Empat Pilar. Di akhir acara juga diadakan sesi tanya jawab terkait Empat Pilar Bangsa.

Pewarta: Muh Nurcholis

Loading...

Terpopuler