Opini

Soedurisme Sebagai Tawaran Cak Imin Menjawab Persoalan Bangsa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mengamati buah pikiran Cak Imin tentang penggabungan dua frame ideologi, yaitu ideologi nasionalis (Soekarnoisme) dan ideologi Islam (gusdurisme) menjadi satu frame besar ideologi yang di sebutnya dengan soedurisme ini, menjadi sesuatu yang layak menempatkan Cak Imin berada di atas beberapa tingkat dibanding para tokoh-tokoh muda lain bangsa ini. Karena kemampuan pikirnya melampaui kemampuan pikir tokoh-tokoh lain di levelnya.

Soudurisme, menjadi tawaran solusi bagi persoalan bangsa yang majemuk dan begitu beraneka ragam. Di tengah menguatkan isu-isu politik identitas maka soedurisme menjadi ideologi jalan tengah, untuk bisa menjadi perekat kembali atas jurang perbedaan yang rasa-rasanya semakin curam akhir-akhir ini. Sehingga melahirkan banyak situasi yang tidak pernah hadir sebelumnya namun saat ini muncul ke permukaan.

Keanekaragaman yang ada di tengah bangsa ini adalah fitrah atau ketentuan Tuhan yang tidak bisa terbantahkan oleh siapapun. Tidak akan ada sulitnya bagi Allah, jika Allah berkehendak untuk meciptakan penduduk Indonesia ini muslim semua ataukah non muslim semua, atau jika Allah berhendak hanya ada 1 atau 2 suku saja di tengah bangsa ini juga adalah hal yg sangat mudah untuk di lalukan, Akan tetapi Allah menciptakan bangsa ini lahir dari beragam suku dan dengan budaya serta bahasa ibu yang juga sangat beragam. Allah menciptakan dan menghadirkan keanekaragaman di tengah bangsa ini, yang seharusnya di maknai sebagai sebuah berkah dan bentuk kasih sayang Allah bagi bangsa ini.

Baca Juga:  Penghasut Perang Jerman Menuntut Senjata Nuklir

Soedurisme sebagai sebuah aliran ideologi jalan tengah yang lahir dari Cak Imin tentunya merupaka hasil pengamatan dan pembacaan serius yang di lakukan Cak Imin atas situasi bangsa dan negara kekinian. Dimana ke-2 ideologi besar yang selama ini mewarnai pemikiran para tokoh-tokoh yaitu ideologi nasionalis dan ideologi Islam seakan-akan, tengah bertarung dan menarik diri masing-masing ke arah posisi ekstrim. Masing-masing merasa bahwa ideologinya adalah yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Situasi ini tentunya sangat memprihatikan bagi kita semua, dan Cak Imin hadir dengan pemikiran soedurisme sebagai tawaran solusi atas situasi bangsa dan negara saat ini.

Menurut Cak Imin, mengapa kata ‘sudur’ yang mejadi pilihan untuk menyebutkan ideologi jalan tengah yang ditawarkan pada bangsa ini, karena dalam bahasa Arab kata ‘sudur’ itu maknanya adalah dada, dari dalam dada muncul jati diri, di atas dada muncul hak diri, di atas dada muncul harga diri, di atas dada muncul kemandirian. Karena bangsa ini berhak untuk sejahtera di negara yang kita miliki dan sama-sama kita cintai ini.

Baca Juga:  Prabowo-Gibran Menangi Pilpres Satu Putaran

Pernayaatan Cak Imin terkait soedurisme begitu dalam dan sangat menggugah hati. Cak Imin mampu menterjemahkan dengan begitu baik harapan-harapan yang disimpan dalam dada rapat-rapat. Harapan untuk juga bisa merasakan makna kata Sejahtera. Kata Sejahtera hanya jadi impian yang terlalu mewah bagi lebih dari separuh rakyat di negara ini. Dan ideologi soedurisme adalah tawaran solusi kongkrit untuk menjembatani perbedaan untuk sesegera mungkin bisa menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kemandirian sebagai kata kunci dalam segala hal agar bangsa ini punya harga diri, untuk memastikan keberlangsungan bangsa dan negara ini hingga ratusan tahun kedepan. Agar negara ini tidak hanya tinggal sejarah bagi generasi-generasi bangsa kita di masa depan.

Saya tertarik untuk mengajak banyak pihak untuk bisa melihat konsep soedurisme ini dengan lebih nyata, dengan mengaitkannya dengan salah satu pemberitaan yang tengah hangat-hangatnya di hampir seluruh media, yaitu Kekhawatiran Bapak Prabowo Subianto akan situasi negara yang bisa saja berakhir di 2030, yang kemudian menjadi kegelisahan banyak pihak, lalu di respon dengan begitu beragam oleh banyak tokoh, yang pada akhirnya dua organisasi besar kemasyarakatan yang menaungi sebagian besar rakyat di negara ini yaitu Muhamdiyah dan NU melakukan pertemuan, yang pada akhirnya melahirkan beberapa kesepakatan bersama, dan semua kekhawatiran itu pun di jawab tuntas oleh Cak Imin dengan ideologi jalan tengah dengan konsep soedurismenya.

Baca Juga:  Oknum Ketua JPKP Cilacap Ancam Wartawan, Ini Reaksi Ketum PPWI

Soedurisme adalah tawaran solusi atas persoalan bangsa dan negara dari tokoh muda Islam dengan pemikiran jauh kedepan, melampaui batas imajinasi dari banyak pihak yang berupaya sedemikian rupa, menciptakan jurang perbedaan yang semakin dalam di antara 2 ideologi besar yang selama ini menjadi landasan berpikir bangsa. Soedurisme menjadi pemersatu dari serpihan-serpihan yang terserak untuk menyatukan kekuatan agar kemandirian bangsa bisa di raih dan kesejahteraan bagi rakyat tidak hanya menjadi bualan atau sekedar pepesan kosong saat kampanye, karna kesejahteraan adalah HAK bagi seluruh Rakyat.

Penulis: Noura Fadhilah

Related Posts

No Content Available