Connect with us

Ekonomi

Soal Nelayan, DKPT KKP Akan Buat Sistem Pencatatan Berbasis Desa

Published

on

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja. Foto: Humas KKP

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja menegaskan bahwa pihaknya akan membuat sistem pencatatan berbasis desa pada 2018 nanti. Tujuannya agar bisa mengumpulkan data yang lebih lengkap dan akurat terkait kondisi terkini perkapalan dan perikanan di Indonesia.

“Sistem pencatatan yang sekarang diterapkan ialah sistem pencatatan berbasis pelabuhan,” kata Sjarief di kantor KKP di Jakarta kemarin, ditulis Jumat (6/10/2017).

Menurut Sjarief sistem pencatatan berbasis desa dapat mencatat data dengan lebih baik mengingat sifat usaha perikanan di Indonesia yang banyak dilakukan secara perorangan di desa-desa nelayan dan tidak terikat pada perusahaan atau korporasi.
“Maka itu kita harus punya sistem pencatatan yang berbasis desa,” tutur Sjarief.

Upaya itu direncanakan dan untuk dilakukan lantaran Drekotorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP menemukan adanya sejumlah modus baru yang digunakan nelayan dalam mencari ikan yang merugikan negara dan lingkungan.

Sjarief menuturkan bahwa, daerah yang melakukan modus tersebut pun tersebar di berbagai penjuru Indonesia seperti Pantai Utara Jawa, pesisir Sumatera Utara, Merauke, Benoa, Bitung, dan beberapa tempat lainnya.

Menurut Sjarief, modus-modus tersebut muncul akibat naiknya stok ikan di sejumlah perairan Indonesia. Hal itu terbukti dari laporan nelayan dan lalu lintas ikan.

“Stok ikan melimpah sehingga semangat usaha naik tapi sayang tidak diimbangi dengan pengetahuan yang memadai,” kata Sjarief. (And/red-02)

Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler