Connect with us

Hukum

Soal Kecurangan Pilpres, Fadli Zon: Laporkan Ke Publik Dulu

Published

on

Waketum Geridra, Fadli Zon. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon)

Waketum Geridra, Fadli Zon. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon meminta masyarakat untuk melaporkan ke publik dulu bila mendapati adanya kecurangan Pilpres. Menurut dia, ada tiga momentum terjadinya kecurangn pemilu.

Pertama, pra atau jelang penyelenggaraan pemilu dimulai, kemudian hari H pada pelaksanaan pemilu dan paska pemilihan. Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk mengawal dan mengawasi jalannya pilpres 2019 kali secara ketat.

“Kecurangan itu bisa kita lihat di dalam proses, yakni pra, hari H pelaksanaan dan juga paska pilpres. Jadi pra, pada hari ha dan paska. Ini yang perlu diwaspadai,” kata Fadli Zon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan bahwa praktik kecurangan pemilu yang lazim terjadi adalah penggunaan push of power (bantuan kekuasaan) dan money politics (politik uang).

“Ini yang sekarang terjadi. Kita harus awasi. Dan kita jangan takut. Selama kita yakin benar kalau ada pelanggaran pelanggaran seperti itu, kata petahana laporkan, kita laporkan saja, tapi ke publik dulu,” tegasnya.

Hal itu bukan karena tidak percaya kepada penegak hukum, namun kata Fadli, itu merupakan upaya dini untuk menekan terjadinya kecurangan.

“Supaya ada awareness, tentu proses terhadap kepada aparat yang berwenang, terhadap Bawaslu, itu tetep harus dilakukan,” kata Fadli.

“Ini bukan urusan dua peserta pemilu dalam hal Pilpres, tapi ini menyangkut masa depan rakyat, jadi rakyat berhak untuk mengawasi.”

Saat ini kata Fadli Zon, upaya dengan melaporkan ke publik sudah mulai banyak dilakukan.

“Dan saya kira sudah mulai itu. Bahwa kalau misalnya ada bagi bagi angpau bagi bagi amplop kita laporkan ke publik,” jelasnya.

Pewarta: Romandhon
Editor: M. Yahya Suprabana

Terpopuler