Connect with us

Mancanegara

Soal Kebijakan Trump, Fahri Hamzah: Ini Satu Orang Bikin Pusing Seluruh Dunia

Published

on

Presiden Donald Trump/Foto: APnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menjelaskan dalam perjanjian kurang lebih setengah abad lebih ini, posisi Yerusalem tidak pernah bisa menjadi bagian dari Israel, mengingat secara geografis yerusalem merupakan bagian dari Palestina.

“Dalam semua perjanjian yang pernah ada, dalam 70 tahun ini, posisi Yerusalem tidak pernah bisa menjadi bagian dari Israel, tetapi lebih dekat menjadi bagian dari Palestina,” ungkap Fahri, Kamis (7/12/2017).

“Dan sejarahnya memang begitu, karena mereka mengelola kota suci, kota agama dimana di situ ada rumah ibadah agama-agama,” imbuhnya.

Menurut Fahri pernyataan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapatkan kecaman dari berbagai negara-negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu dia berharap dunia tidak terlalu reaksioner dalam menyikapi statment Trump.

“Jadi kebijakan Trump ini agak mencemaskan, tetapi saya berharap dunia jangan bereaksi secara ekstrim. Sebab ini adalah profokasi terhadap dunia untuk menciptakan kekacauan,” katanya.

“Sehingga kita melupakan masalah yang menjadi inti persoalannya (Trump). Ini kan kabinetnya lagi goyang. dan itu urusan dalam negerinya dia,” terangnya.

https://youtu.be/HFFfaOXjoUA

Fahri mengecam sikap Trump yang mengatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan mendorong kepada Pemerintah RI untuk melakukan diplomasi politik terhadap Trump.

“Ini satu orang bikin pusing seluruh dunia. Kalau kita membiarkan pencaplokan ini, apalagi sudah setiap hari Israel mencaplok tanah-tanah disekitar orang Palestina, sekarang jantung nya dicaplok,” katanya.

“Ini kan kejahatan yang mengabaikan semua resolusi yang pernah ada, termasuk di PBB. Jadi saya kira, Indonesia harus lebih keras berdirinya,” pungkasnya.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler