Connect with us

Ekonomi

Soal Gangguan Satelit, Telkom Dinilai Lakukan Kebohongan

Published

on

Telkom Indonesia/Foto Croup/Net/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengakuan PT Telkom mengenai gangguan terhadap telkomsel beberapa waktu lalu yang tidak konsisten semakin menguatkan asumsi publik tentang kebohongan yang dilakukan oleh perusahaan milik BUMN tersebut.

Sebagaimana diketaui, mengenai kasus anomali Telkom yang mengakibatkan matinya ribuan ATM di seluruh Indonesia dalam konferensi persnya, pihak Telkom menggunakan Lockheed Martin sebagai alasan.

“Satelit produksi Lockheed Martin yang mulanya menjadi alasan Telkom yang diduga untuk menutupi perihal yang sebenarnya telah terjadi di tubuh raksasa Telekomunikasi Indonesia ini,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Club, Gigih Guntoro dalam keterangan tertulis, Senin (18/9/2017).

Dirinya menambahkan bahwa Telkom terus mempersalahkan bahwa kekacauan yang menimbulkan matinya ribuan ATM dan sejumlah kantor kas BCA, Mandiri, BNI, BRI dikarenakan terjadinya kerusakan satelit.

Hal ini diperparah dengan pernyataan Telkom yang mengatakan bahwa Satelit sudah tidak dapat digunakan kembali karena sudah selesai masa tugasnya hingga tahun 2015 yang lalu. “Bahkan sempat terlontar bahwa satelit Telkom 1 A2100A dinyatakan hancur. Tetapi kemudian pihak Telkom mengatakan satelit Telkom 1 masih dapat dihubungi,” sambungnya.

Direktur Indonesia Club menilai pernyataan plin-plan pihak Telkom dalam hal ini semakin menguatkan asumsi publik tentang kebohongan yang dilakukan oleh Telkom. Pasalnya, sampai saat ini pihak produsen Satelit Telkom 1 (Lockheed Martin) belum pernah memberikan pernyataan resmi mengenai klaim PT. Telkom.

“Klaim PT. Telkom yang menyatakan bahwa masa berlakunya satelit tersebut adalah 15 tahun dirasa masih janggal dengan harga yang tidak murah. Penelusuran Indonesian Club, pihak Lockheed belum pernah memberikan keterangan bahkan mengklarifikasi sebagai bentuk penjelasan atas klaim PT. Telkom,” katanya.

Kiranya, patut diketahui bahwa Lockheed Martin merupakan perusahaan raksasa Amerika yang bukan hanya bergerak di bidang satelit. Melainkan memproduksi senjata, pesawat tempur, peluncur roket dan alat-alat pertahanan lainnya.

Baca Juga:  Program Fantastic Deal, Wujud Apresiasi Telkom pada Pelanggan IndiHome

“Nama perusahaan ini sangat disegani oleh pelaku pertahanan baik negara maupun perusahaan pertahanan. Kredibilitas mereka saat ini dipertaruhkan dengan tindakan ceroboh para direksi Telkom yang sembarangan mendiskreditkan produk Lockheed Martin dengan mengklaim apa yang terjadi pada satelit produksinya tersebut,” tandasnya.

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler