Connect with us

Ekonomi

Soal Dana Desa, Fahri Hamzah Ungkap Sumbangsih Prabowo dan SBY

Published

on

Fahri Hamzah (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

Fahri Hamzah (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden RI 2019 nomor urut 02 Prabowo Subianto merupakan pendukung lahirnya Undang-Undang Desa melalui Fraksi Gerindra di DPR. Sedang Presiden Joko Widodo disebut Fahri tidak terlibat sama sekali.

Fahri menyebutkan, Susilo Bambang Yudhoyono waktu masih menjabat sebagai Presiden RI memulai alokasi 9 Trilliun rupiah dalam APBN 2019. Dimana hal itu didukung oleh Prabowo melalui Fraksi Gerindra. Saat itu, Jokowi belum terpilih sebagai Presiden.

“Jadi, dalam kaitan Dana Desa, pak Prabowo mendukung lahirnya UU desa melalui Fraksi Gerindra DPR. Pak Jokowi tidak terlibat sama sekali. Pak SBY memulai alokasi 9 T dalam APBN 2015 dan didukung pak Prabowo melalui Fraksi Gerindra. Pak Jokowi belum terpilih,” tutur Fahri dalam cuitan Twitter Officialnya, #2019WAJAHBARU, @Fahrihamzah, Kamis (21/2/2019).

Ketika Jokowi terpilih sebagai presiden mendapat warisan APBN 2015 sangat besar hingga nyaris 200 Triliun.

“Waktu pak Jokowi jadi presiden beliau mewarisi APBN 2015 besar sekali hampir 200T. Pak SBY mewarisi dari ibu Mega (Presiden sebelum SBY) APBN 2004 hanya 427T. Kita suka atau tidak, kinerja presiden SBY memang dahsyat. Dan itulah landasan yang baik bagi pak Jokowi untuk memimpin,” ujar Fahri.

Bagi Fahri, ruang fiskal yang besar itu wajar jika dipakai untuk menambah dana desa 20,7T dalam APBNP 2015 dan langkat itu didukung oleh KMP (Koalisi Merah Putih) yang menguasai mayoritas kursi di DPR RI yang dipimpin oleh Prabowo diantaranya ketika itu.

“Saya ingat betul pesan beliau (Prabowo) untuk bantu presiden baru,” tuturnya.

“Sejak awal, sebelum Pak Jokowi masuk Jakarta, pak Prabowo adalah motor lahirnya UU Desa nomor 6/2014. Bahkan dalam kampanye Pilpres 2014 pak prabowo berjanji ‘Satu Milyar Satu Desa’. Sehingga kalau terpilih mungkin APBN 2015 bukan 20,7 tapi sekitar 80 T, sejumlah desa,” lanjut Fahri.

Oleh karena itu, Fahri mengingatkan kita semua untuk tidak lupa terhadap sejarah. Siapa telah melakukan apa di masa lalu, bagi Fahri tidak boleh dilupakan.

“Jadi jangan lupa sejarah, jangan lupa jasa pak SBY yang kasih naik APBN DALAM 10 tahun secara dahsyat. Sementara APBN 2019 kemarin hanya 2165,7 T. Tambah sedikit sejak diwariskan. Jika nanti ada presiden baru, APBN 2020 takkan keluar dari angka 2020 Trilyun,” tandas Fahri.

Kemudiah Fahri menambahkan catatan terkai akurasi angka APBN supaya tidak menimbulkan kekeliruan data. Berikut ini catatan angka APBN yang dipaparkan Fahri:

  • APBN 1998 Warisan Pak Harto: 147 T;
  • APBN 2000 Warisan Pak BJH: 194 T;
  • APBN 2002 Warisan Gus Dur: 305 T;
  • APBN 2004 Warisan Ibu Mega: 427 T;
  • APBN 2015 Warisan Pak SBY: 1984T;
  • APBN 2019 : 2165,7 T. (red/nn)

“Lalu kita lihat selisih,” tandas Fahri.

Editor: Achmad S.

Terpopuler