Connect with us

Berita Utama

Smelter di Gresik Diresmikan, Martin Hamonangan: Datangkan Daya Tarik Industri Lain Masuk Jatim

Published

on

Smelter di Gresik Diresmikan, Martin Hamonangan: Datangkan Daya Tarik Industri Lain Masuk Jatim

Smelter di Gresik diresmikan, Martin Hamonangan: datangkan daya tarik industri lain masuk Jatim/Anggota Komisi D DPRD Jatim Marten Hamonangan.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Jatim Marten Hamonangan menyambut baik pembangunan Smelter smelter atau pabrik pemurnian dan pengolahan tambang mineral PT Freeport Indonesia di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden RI Jokowi, Selasa (12/10).

“Kapasitas pengolahan konsentrat tembaga mencapai 1,7 juta ton per tahun dan ini merupakan jumlah yang sangat besar sekali. Semoga pembangunan smelter ini bisa menjadi daya tarik industri lain untuk masuk di Jawa Timur,” ungkap politisi PDIP ini.

Dikatakan oleh Marten, pembangunan smelter tersebut juga diharapkan mampu membangkitkan perekonomian Jatim ditengah terpuruk akibat pandemi covid-19. “Ke depan diharapkan bisa mendatangkan lapangan kerja maupun mengungkit perekonomian UMKM di Jatim,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Marten, smelter ini diharapkan dapat memberikan multiplier effects atau dampak positif yang besar bagi Jatim. ”Kehadiran smelter ini juga akan menekan angka pengangguran karena dapat menyerap banyak tenaga kerja, diperkirakan saat konstruksi saat ini akan menyerap 40.000 tenaga kerja, serta munculnya industri-industri pendukung terkait,” jelasnya.

Sekedar diketahui, sesuai UU No.3 Tahun 2020 tentang Minerba, perusahaan tambang diwajibkan untuk membangun smelter atau pabrik pengolahan dengan tujuan bukan hasil tambang mentah yang dipasok ke pasar, tetapi sudah produk jadi untuk memberikan nilai tambah bagi daerah dan negara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan, pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara.

Sedangkan untuk smelter JIIPE di Jatim, diperkirakan menelan dana USD3 Miliar atau senilai Rp42 Triliun tersebut dengan kemampuan memproses sebanyak 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Kapasitas pabrik pemurnian lumpur anoda untuk menjadi emas, mencapai 6.000 ton per tahun. (setya)

Baca Juga:  Hari Ini Dalam Sejarah: 20 Oktober

Loading...

Terpopuler