Connect with us

Mancanegara

Skotlandia Dirikan Perusahaan Nirlaba untuk Sediakan Energi Terbarukan

Published

on

Energi terbarukan, Panel Surya. (Foto : Net/IST)

NUSANTARANEWS.CO – First Minister of Scotland, Nicola Sturgeon mengatakan Skotlandia akan mendirikan sebuah perusahaan energi nirlaba milik publik untuk menyediakan energi terbarukan skala lokal.

Energi terbarukan memang semakin menjanjikan di tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2016, Badan Energi Internasional (IEA) mencatat tambahan bersih untuk kapasitas energi terbarukan – termasuk tenaga air, tenaga surya, angin, bioenergi, gelombang dan pasang surut-, tumbuh sebesar 165 gigawatt (GW) atau 6 persen lebih banyak dari pada tahun 2015.

Kapasitas solar tumbuh 50 persen mencapai lebih dari 74 GW tahun lalu dan ini merupakan penambahan fotovoltaik surya pertama kali naik lebih cepat daripada bahan bakar lainnya, melebihi pertumbuhan bersih batubara.

IEA melihat pembangkit listrik terbarukan meningkat lebih dari sepertiga menjadi 8.169 terawatt-jam (TWh) pada 2022 – dari sekitar 6.012 TWh pada tahun 2016 – yang setara dengan konsumsi listrik gabungan China, India dan Jerman.

Energi terbarukan akan mencapai 29 persen dari gabungan energi global dalam waktu lima tahun, dibandingkan dengan perkiraan 24 persen tahun lalu.

Sturgeon mengatakan perusahaan baru akan dibentuk pada akhir masa parlementer pada tahun 2021 mendatang untuk meningkatkan persaingan dan pilihan bagi konsumen.

“Gagasannya sederhana saja. Energi akan diberli secara grosir dan dihasilkan di sini, Skotlandia. Dan tentu saja dapat diperbaharui, serta dijulan kepada pelanggan terdekat dengan harga yang sangat terjangkau,” kata dia seperti dikutip The Independent.

“Para pemegang saham tidak perlu khawatir. Dan tidak ada bonus perusahaan yang perlu dipertimbangkan. Ini akan memberi orang, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, lebih banyak pilihan dan mereka akan mendapatkan harga semurah mungkin,” lanjutnya.

Meskipun prediksi menyebutkan bahwa batubara masih tetap merupakan sumber pembangkit listrik terbesar di tahun 2022 tetapi energi terbarukan akan mengejarnya.

Terobosan Sturgeon ini mendapatkan dukungan penuh dari Dermon Nolan, Chief Executive Ofgem. Ia mengatakan regulator tentang energi akan menyambut baik segala potensi yang masuk, apalagi energi terbarukan akan mulai masuk ke pasar.

“Kita bisa melihat perubahan energi yang nyata dalam lima sampai 10 tahun mendatang, produksi lokal yang jauh lebih banyak, dan juga akan mengincar perdagangan energi dari berbagai komunitas dan saya kira hal yang seperti ini sebagian besar barang akan disukai konsumen,” ucapnya.

Dia menekankan bahwa setiap perusahaan listrik baru perlu memuaskan pelanggannya dan memberikan tingkat layanan yang berkualitas tinggi.

“Secara pribadi pandangan saya sendiri adalah bahwa di masa depan sektor energi akan banyak berubah, kita akan memiliki lebih banyak kelompok energi di masyarakat, kita akan memiliki lebih banyak produksi energi lokal sehingga nampaknya ada perusahaan dengan akar yang kuat secara lokal, dengan reputasi yang kuat cenderung berjalan dengan baik,” kata dia.

(Editor: Redaksi/NusantaraNews)

Loading...

Terpopuler