Connect with us

Politik

Sjafrie: “Boleh Ikhlas, Tapi Hukum Tetap Ditempuh Untuk Kebenaran”

Published

on

Kata Sjafrie Sjamsuddin

LetJen TNI AD Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin memberi santunan kepada keluarga korban yang gugur dalam memperjuangkan demokrasi/Foto: AS 

NUSANTARANEWS.CO –Sjafrie mengatakan, boleh Ikhlas, tapi jalur hukum tetap harus ditempuh untuk mencari kebenaran. Hal tersebut diakatakan saat LetJen TNI AD Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan para Jenderal Purnawirawan lainnya, pada Jum’at siang (24/5) menyambangi rumah kediaman mendiang Muhammad Reyhan Fajari (16) di Jalan Petamburan V, Tanah Abang Jakarta Pusat – yang tewas diduga akibat kebrutalan aparat keamanan dalam menghadapi aksi provokasi orang-orang yang tak dikenal terkait pengumuman hasil pemilu yang diduga penuh kecurangan.

Ketika rombongan para purnawirawan tersebut tiba di lokasi kediaman mendiang Reyhan, suasana duka terasa masih mendera keluarga tersebut. Betapa tidak bila mendiang yang masih duduk di kelas 3 (tiga) sekolah menengah pertama (SMP) tiba-tiba saja kehilangan nyawanya akibat kepalanya tertembak peluru, tepatnya di bagian pelipis.

Panglima Kodam Jaya (1997) ini, kemudian langsung masuk ke dalam rumah menemui keluarga korban, bibi dan pamannya. Dalam takziah itu, mantan panglima ini turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga mereka.

Dengan penuh empati, panglima dengan predikat baret merah ini pun memberikan sedikit wejangan agar pihak keluarga tetap tabah dan bersabar serta tidak larut dalam kedukaan. Sebagai pejuang yang selalu membela rakyat, mantan Panglima Kodam Jaya ini menggarisbawahi bahwa, meski sudah mengikhlaskan namun proses hukum tetap harus dijalankan untuk menegakkan kebenaran.

“Jangan terbawa emosi. Kita boleh ikhlas, tapi jalur hukum tetap harus kita tempuh karena ini adalah negara hukum. Kita harus tegakkan keadilan,” ujar sang Jenderal dengan sungguh-sungguh.

Selanjutnya, atas nama rombongan purnawirawan, lulusan Akmil 1974 ini, kemudian memberikan santunan kepada keluarga korban yang menjadi martir demokrasi tersebut.

Selesai takziah, mantan panglima ini kemudian diserbu oleh para wartawan yang memang sudah menunggu sejak tadi untuk melakukan wawancara.

Di depan para wartawan, Jenderal dengan predikat Koppasus ini mengemukakan bahwa kedatangannya bersama para Jenderal Purnawirawan lainnya adalah demi rasa kemanusiaan. Ini adalah panggilan moral kemanusiaan.

“Bagi kami, para purnawirawan yang pernah bersama-sama mengabdi berpuluh tahun untuk masyarakat, merasa simpati dan juga berempati atas peristiwa yang menimpa adik kita.”

Selanjutnya, kami ingin menyampaikan doa, dan juga memberi kekuatan kepada keluarga agar tetap tabah, sabar dan tetap tenang serta selalu tawakal agar dapat melewati masa-masa sulit ini dengan sebaik-baiknya,” tambah sang Jenderal.

Mantan Wakil Menteri Pertahanan ini juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan santunan yang merupakan hasil urunan dari para purnawirawan dan berharap pemberian santunan ini dapat meringankan beban keluarga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Agus Setiawan)

Terpopuler