Connect with us

Mancanegara

Sistem Keamanan Perbatasan Rusia Telah Menggunakan AI

Published

on

Sistem keamanan perbatasan rusia gunanakan sistem AI. (FOTO: Dok. TASS)

Sistem keamanan perbatasan rusia gunanakan sistem AI. (FOTO: Dok. TASS)

NUSANTARANEWS.CO, Rusia – Rusia dalam menjaga keamanan di perbatasan Rusia dengan negara lain telah mengoperasikan sistem keamanan mutakhir yakni Artificial Intelligence (AI) atau yang disebut intelegensi artifisial.

Kepala Rostec Sergey Chemezov mengungkapkan bahwa sistem ini mengumpulkan data dari semua matra seperti darat, laut dan udara. Sehingga dengan data tersebut diperkirakan situasi disemua semua zona dapat tergaja.

“Perusahaan induk Roselectronics (bagian dari Rostec) sedang mengembangkan sistem pengambilan keputusan yang dioperasikan AI untuk menjaga perbatasan tanah Rusia,” kata Sergey Chemezov seperti dilansir TASS, Kamis (21/2/2019).

“Rosecronics terkait Rostec sedang dalam proses menciptakan sistem cerdas pengambilan keputusan untuk melindungi perbatasan tanah Rusia,” imbuhnya.

Sergey Chemezov mengungkapkan, sistem ini mengumpulkan data darat, laut, dan udara yang memungkinkan keamanan di wilayah penjagaan dan membantu merencanakan fungsi lembaga kontrol perbatasan serta menangani tugas-tugas operasi.

Jauh sebelumnya, pada Maret 2016, TASS melaporkan bahwa Rostec bekerja pada sistem yang dioperasikan AI untuk menjaga zona-zona penting.

Sistem ini mencakup sekelompok robot udara dan darat, yang dapat beroperasi secara independen, terus-menerus memantau petak-petak besar tanah, dan segera memberi tahu badan-badan keamanan jika ada perubahan situasi.

Loading...

Sistem ini tanpa henti dapat melakukan kontrol atas wilayah hingga beberapa ratus hektar jarak. Itu secara mandiri dapat menentukan koordinat pelaku, mengidentifikasi dan melacak berbagai objek, dan mengirim robot untuk memonitor situasi secara terperinci.

Selanjutnya, pada April 2016, dilaporkan bahwa sistem ini sedang dikembangkan dengan bantuan sistem radiolokasi pengawasan serba guna Forpost dan modul elektro-optik Polet-1 yang dapat digunakan dengan target bergerak sejauh 20 km. UAV juga seharusnya dimasukkan dalam sistem. (nn/rb)

Editor: Achmad S.

Terpopuler