Ketua Progres 98, Faizal Assegaf/Foto: Dok. Tribunnews
Ketua Progres 98, Faizal Assegaf/Foto: Dok. Tribunnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menilai arus gerakan solidaritas Bela Islam mulai terkonsolidasi di Jawa Barat dengan mengambil momen Tablik Akbar di Garut sebagai deklarasi perlawanan atas ‘arogansi’ PDIP.

Walaupun Tablik Akbar tersebut, kata dia tidak mengusung tema gerakan anti PDIP, tapi hakikinya menurut Faizal, Aksi Bela Islam merupakan ekspresi kekecewaan terhadap Megawati dan PDIP. “Fakta tersebut tidak terbantahkan,” ujar Faizal dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (13/11/2017).

Kebangkitan kesadaran umat dalam solidaritas Bela Islam yang kini mulai merambah ke Jawa Barat dan akan berlanjut ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, dikatakan oleh Faizal akan membuat PDIP menuai kepanikan luar biasa.

Reaksi ini dinilainya karena dipicu oleh sikap PDIP yang dinilai tak berpihak kepada Islam. “Sikap bobrok PDIP muncul secara sporadis di Pilgub DKI Jakarta mengusung narapidana penista Al Qur’an alias Ahok. Bukan hanya itu, tapi serangkaian kedengkian lainnya yang berakumulasi pada munculnya Perppu pembubaran Ormas,” sambungnya.

Menurut Faizal, kalau umat terus menggalang solidaritas secara gigih, maka sudah pasti PDIP akan terpojok sebagai musuh utama dan akhirnya kehilangan dukungan rakyat. “Langkah ke arah itu tampaknya terus bergulir,” ungkapnya.

Realitas tersebut, kata dia, akan menjadi gelombang besar yang terus bergerak menggulung arogansi PDIP jelang Pilpres 2019. (*)

Editor: Romandhon

Komentar