Connect with us

Terbaru

Siklus 100 Tahunan Pandemi Flu dan Ledakan Dahsyat Amonium Nitrat

Published

on

Siklus 100 tahunan pandemi flu dan ledakan dahsyat Amonium Nitrat.

Siklus 100 tahunan pandemi flu dan ledakan dahsyat Amonium Nitrat. Foto korban flu spanyol dalam bangsal rumah sakit.

NUSANTARANEWS.CO – Siklus 100 tahunan pandemi flu dan ledakan dahsyat Amonium Nitrat. Flu Spanyol, juga dikenal sebagai pandemi influenza yang sangat mematikan yang disebabkan oleh virus influenza A H1N1. Pandemi Berlangsung dari Februari 1918 hingga April 1920. Virus menginfeksi 500 juta orang atau sekitar sepertiga populasi dunia saat itu – dalam empat gelombang berturut-turut yang diperkirakan merenggut 17 juta jiwa, menjadikannya salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia.

Gelombang pertama pandemi Spanish Flu (Flu Spanyol) tercatat  dimulai 4 Maret 1918, ditandai dengan kasus Albert Gitchell, seorang juru masak tentara di Camp Funston di Kansas, Amerika Serikat (AS) – di mana dalam waktu singkat mengakibatkan 522 orang pria di kamp dilaporkan sakit.

Pada 11 Maret 1918, virus telah mencapai Queens, New York. Ketika AS terlibat Perang Dunia I, penyakit dengan cepat menyebar dari Camp Funston ke kamp-kamp Angkatan Darat AS lainnya hingga Eropa, sehingga menjadi epidemi di Midwest, Pantai Timur, dan pelabuhan Prancis pada April 1918.

Kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh Prancis, Inggris Raya, Italia, dan Spanyol, dan pada bulan Mei mencapai Wrocław dan Odessa. Setelah penandatanganan Perjanjian Brest-Litovsk, Jerman mulai membebaskan tawanan perang Rusia yang kemudian membawa penyakit tersebut ke negara mereka.

Penyakit ini mencapai Afrika Utara, India, dan Jepang pada bulan Mei, dan segera setelah itu kemungkinan besar menyebar ke seluruh dunia seperti kasus yang tercatat di Asia Tenggara pada bulan April. Pada bulan Juni wabah dilaporkan di Cina. Setelah mencapai Australia pada bulan Juli, gelombang mulai surut.

Baca Juga:  Pesawat Tempur TNI AU Dikerahkan Untuk Pengamanan Natuna

Gelombang kedua dimulai pada paruh kedua Agustus, mungkin menyebar ke Boston dan Freetown, Sierra Leone dengan kapal-kapal dari Brest, di mana gelombang itu kemungkinan besar tiba dengan pasukan Amerika atau rekrutan Prancis untuk pelatihan angkatan laut.

Selama dua bulan virus dengan cepat menyebar ke Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Selatan, mencapai Brasil dan Karibia dengan kapal dan terus menyebar hingga ke benua Afrika

Usai Parade Liberty Philadelphia, 28 September 1918, dilaporkan 12.000 orang meninggal akibat terjangkit wabah setelah menghadiri parade.

Gelombang ketiga tahun 1919, Flu Spanyol menghantam Australia yang menewaskan 12.000 orang setelah pencabutan karantina laut, dan kemudian menyebar dengan cepat melalui Eropa dan AS. Terutama mempengaruhi Spanyol, Serbia, dan Inggris Raya dengan ratusan ribu kematian.

Di AS wabah terisolasi di beberapa kota termasuk Los Angeles, New York, Memphis, Nashville, San Francisco dan St. Louis yang mengakibatkan puluhan ribu kematian.

Akibat ledakan Amonium Nitrat di Oppau, Jerman 1921/Foto: devastatingdisasters

Gelombang keempat tahun 1920 tidak sedahsyat gelombang sebelumnya. Terjadi di daerah terpencil AS, termasuk Kota New York, Britania Raya, Austria, Skandinavia, dan beberapa pulau di Amerika Selatan. Peru dan Jepang mengalami gelombang akhir dari akhir 1919 hingga 1920, dengan kasus terakhir pada bulan Maret.

Setahun kemudian, pada 21 September 1921, sekitar 4.500 ton amonium nitrat yang disimpan di menara silo di pabrik BASF di Oppau, Jerman meledak dan menewaskan lebih dari 500 orang dan melukai lebih dari 2.000 orang.

Kilas balik 100 tahun yang lalu, dunia dihantam Spanish Flu dalam empat gelombang mulai 1918 hingga 1920. Pada 21 September 1921 terjadi ledakan dahsyat Amonium Nitrat di Oppau-Jerman.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Akan Publikasikan Nama Penerima Bansos Dampak Pademi Corona

Saat ini dunia dihantam Coronavirus baru sejak 2019 dan tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat 2.750 ton Amonium Nitrat di Lebanon. Apakah ini merupakan siklus 100 tahunan yang sempurna? (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler