Connect with us

Politik

Sikap Tak Netral Kapolda Sumut Dinilai Rusak Nama Polri dan Presiden Jokowi

Published

on

kapolda sumut, nusantaranews, arief poyuono, yak netral, polri, presiden jokowi, nusantaranews

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto. (Foto: Kabar Polisi)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut sikap tak netral Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto merusak nama Polri dan Presiden Jokowi. Pasalnya, sesuai amanat UU, Polri ditetapkan bersikap netral dalam agenda pemilihan umum.

“Kalau Kapolda Sumut tidak netral dalam Pemilu 2019 berarti akan mencoreng institusi Polri yang saat ini sebagai garda terdepan untuk demokrasi Indonesia,” kata Payuono, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Selain itu, kata dia, Kapolda Sumut juga sudah mencoreng nama Joko Widodo. “Dan melawan perintah Joko Widodo dan Kapolri yang selamanya ini keduanya selalu meminta aparat kepolisian untuk selalu bersikap netral dalam setiap kegiatan pemilu dan pilkada,” terangnya.

Poyuono berharap Kapolda Sumut sadar dan jangan berpolitik praktis dengan dalih menetralisir paham kebencian dan arogansi serta bersikap merasa paling benar.

Dia menuturkan, sampai hari ini tidak ada bukti masyarakat Sumut telah diracuni paham kebencian, arogansi dan sifat paling benar. “Masyarakat Sumut adalah masyarakat yang plural dan adatnya sangat menjunjung tinggi kebersamaan dalam perbedaan,” sebutnya.

Poyuono menegaskan, masyarakat Sumut kental dengan budaya persatuan serta sangat kuat dalam perbedaan. “Karena memang orang Sumut itu sudah punya budaya persatuan yang sangat kuat dalam perbedaan,” katanya.

Waketum Gerindra ini berharap Presiden Jokowi dan Kapolri segera memberikan teguran keras atau mencopotnya Kapolda Sumut karena membahayakan demokrasi, khususnya di Sumatera Utara.

Loading...

“Biarlah Kepolisian menjadi sebuah lembaga yang selama ini tetap netral dalam pesta demokrasi karena peran Polisi hari ini di masyarakat dan tanggung jawab Polisi kepada negara yang lebih maju dan kuat akibat buah negara yang bersistem demokrasi,” pungkasnya.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler