Setelah Terhenti Selama 5 Bulan, Perundingan Nuklir Iran Berlanjut

Setelah Terhenti Selama 5 Bulan, Perundingan Nuklir Iran Berlanjut
Setelah Terhenti Selama 5 Bulan, Perundingan Nuklir Iran Berlanjut/Foto: Daily Sabah

NUSANTARANEWS.CO, Wina – Pembicaraan internasional tentang kesepakatan program nuklir Iran kembali dimulai pada hari Senin (29/11) di Wina. Perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tersebut kembali berlanjut setelah mengalami jeda selama 5 bulan.

Iran menghentikan negosiasi pada Juni setelah terpilihnya presiden baru Ebrahim Raisi. Putaran terbaru kesepakatan nuklir Iran di Wina itu dimediatori oleh para pejabat Uni Eropa dan lainnya.

Dalam perkembangan terakhir, Iran mengatakan memiliki “tekad kuat untuk mencapai kesepakatan dan menantikan pembicaraan yang bermanfaat.

“Jika pihak lain menunjukkan kemauan yang sama, kami akan berada di jalur yang benar untuk mencapai kesepakatan,” kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Said Khatibzadeh.

Perundingan ini merupakan yang pertama dilakukan sejak pemerintahan Presiden Raisi pada Agustus lalu.

Sejauh ini, Iran terus meningkatkan pengayaan uraniumnya sebagai respon terhadap keputusan AS yang keluar secara sepihak dari kesepakatan dan menerapkan sanksi terhadap Iran.

Deputi Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri Kani menyampaikan kepada wartawan bahwa untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu, AS dan negara besar lainnya harus memastikan tidak akan mundur dari kesepakatan. Ia juga mengupayakan jaminan bahwa tidak akan ada sanksi baru yang diterapkan atas Iran. Menurutnya, janji itu akan sangat penting.

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jalina Porter mengatakan, “Jika Iran menuntut lebih banyak, atau menawarkan lebih sedikit dari yang telah sama-sama disepakati, negosiasi ini tidak akan berhasil.”

Sementara itu, para pejabat Uni Eropa yang memimpin pembicaraan mengeluarkan nada optimis. “Saya merasa positif bahwa kami dapat melakukan hal-hal penting untuk minggu-minggu mendatang,” kata diplomat UE Enrique Mora kepada wartawan.

Baca Juga:  Priyo Budi Santoso Tak Enak Hati Sebut Sandiaga Menang 5-0 di Debat Cawapres

Semua peserta telah menunjukkan kesediaan untuk mendengarkan posisi dan “sensibilitas” delegasi baru Iran, kata Mora. Pada saat yang sama, tim Teheran menjelaskan bahwa mereka ingin terlibat dalam “pekerjaan serius” untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu, katanya. (Banyu)