Connect with us

Hankam

Sesuai Visi Jokowi, Marsekal Hadi Tepat Jadi Panglima TNI

Published

on

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto calon tunggal Panglima TNI. Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo akhirnya mengajukan nama Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang dalam waktu dekat akan memasuki masa pensiun.

Artinya, nama Laksamana TNI Ade Supandi yang beberapa waktu lalu disebut-sebut bakal menggantikan Jenderal Gatot pupus sudah. Dan keterpilihan Marsekal Hadi sebetulnya sudah diprediksi banyak kalangan.

Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Pangkalan Udara. Foto: Antara

Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Pangkalan Udara. Foto: Antara

Menurut pengamat militer, Susaningtyas Kertopati, sesuai visi Jokowi dalam Poros Maritim Dunia maka penguatan pilar kelima untuk pertahanan maritime focus meningkatkan kemampuan Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

“Sesuai dengan tahapan pembangunan kekuatan maritim sudah selayaknya alutsista AU mendapat prioritas pertama. Kekuatan udara dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas ZEE dan landas kontinen. Kemampuan tersebut sangat Dibutuhkan TNI untuk menjamin keunggulan di udara dan di laut. Artinya, kekuatan udara tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan udara atas semua operasi militer di laut. TNI AU memberikan jaminan air supremacy dan air superiority agar TNI AL mampu melaksanakan semua operasi di laut menjaga stabilitas keamanan maritim. Sudah selayaknya Panglima TNI dijabat dari TNI AU guna mewujudkan kepentingan nasional atas pertahanan maritim tersebut,” papar Susaningtyas di Jakarta, Senin (4/12/2017).

Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013, untuk meningkatkan profesionalisme Prajurit TNI dalam melaksanakan Operasi Militer Gabungan. Foto: Dok. Koarmabar

Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013, untuk meningkatkan profesionalisme Prajurit TNI dalam melaksanakan Operasi Militer Gabungan. Foto: Dok. Koarmabar

Penguatan alutsista AU ini juga sejalan dengan tentangan pertahanan dan perang di era modern yang lebih cenderung bercorak air strike, atau serangan udara. Ambil contoh misalnya negara-negara lain di dunia sudah semakin memperkuat senjata roket dan rudal seperti Triumf S-400 Rusia, Patriot PAC-3, THAAD, BrahMos India, rudal balistrik, Iron Dome dan C-Dime Israel serta berbagai macam jenis jet tempur dan helikopter tempur yang dilengkapi dengan peluru kendali jarak jauh.

Baca Juga:  Angkatan Udara India Segera Menggelar Latihan Perang Skala Penuh di Jalan Tol
Jet tempur TNI Angkatan Udara, Su-27. Foto: moddb.com

Jet tempur TNI Angkatan Udara, Su-27. Foto: moddb.com

Hal penting lain, kata dia, TNI AU memiliki cara pandang bahwa ruang udara memiliki nilai yang sangat penting dalam mendukung program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, nilai yang paling penting adalah nilai ekonomis.

“Sehingga pola gelar TNI AU mengutamakan di daerah depan yaitu Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Metauke dan Kupang. Dengan demikian kita akan mampu mengawasi ruang udara dan wilayah yang ada di bawahnya mulai dari ZEE, kemampuan yang akan kita tingkatkan adalah kemampuan penginderaan dan penindakkan atas obyek di udara dan obyek di atas permukaan,” jelasnya. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler