Connect with us

Lintas Nusa

Seruan Zulkifli Hasan, Tak Boleh Ada Isu SARA Dalam Pilkada Menuai Kontroversi

Published

on

Ketua MPR Zulkifli Hasan saat berkunjung Ke Sulawesi Barat/Foto Istimewa
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat berkunjung Ke Sulawesi Barat/Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah pertarungan ide, gagasan dan program sesama anak bangsa. Tak boleh ada isu SARA: Siapapun di Republik ini punya hak yang sama untuk jadi apapun.

Demikian tulis Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Laman resmi Ketua MPR RI 2014-2019 Zulkifli Hasan (@ZulkifliHasanOfficial), Jumat (23/9) lalu.

“Hari ini (Jumat, 23/9) di Gorontalo dan Mamuju saya tegaskan kembali bahwa Pilkada adalah berlomba-lomba dalam kebaikan. Di atas semua perbedaan politik, ujungnya tetap sama : Persatuan. Selamat berkompetisi, tetap jaga persaudaraan ya,” tegas Ketua Umum PAN 2015-2020 itu.

Sebagai seorang politisi, seruan baik Ketua MPR rupanya menuai kontroversi di kalangan netizen sampai hari ini, Minggu (25/9). Prinsip “Lupakan perbedaan, satukan tujuan. Mari kita mulai Politik Kebangsaan” yang tertulis di laman resmi Zulkifli Hasan belum mengembalikan kepercayaan netizen terhadap politisi, dalam hal ini Ketua MPR RI.

Berikut beberapa komentar netisen yang disaring oleh Nusantaranews.co dari 500-an komentar yang beragam. Komentar-komentar tersebut ada yang bernada santun, permisif, apatis, reaktif, arogan, provokatif, menyerang, bahkan ada pula komentar yang benar-benar lepas landas.

Loading...

Pemilik Aku Jhie Darmanto menanggipi status Zulkifli Hasan dengan tenang dan menyiratkan dukungan. Walaupun diakhiri dengan komentar yang cukup sinis.

“Beragamalah sesuai situasi dan karakter bangsa Indonesia, cinta keberagaman dan cinta persatuan. Yang masih mengembuskan isu Sara, perlu diperiksa kejiwaannya, perlu diterapi sehingga memiliki pemahaman Ideologi Pancasila yang baik,” tulis Jhie.

“Bersaing untuk kemaslahatan ummat dengan program-program yang jelas dan teruji di lapangan, lebih berpahala serta mendapatkan berkah. Dari pada menjual isu Sara saat kampanye, yang hanya akan membuat hubungan persaudaraan semakin sempit dan terbatas. Bahkan, tidak membawakan berkah bagi semua ummat manusia,” komentar Ancil Makassar santun dan mengandung bahasa penyadaran.

Baca Juga:  Kunjungi Sentra Pembuatan, Ketua MPR: Tahu Sumedang Bisa Mendunia

“Sungguh pak Hasan benar-benar Negarawan yang berwibawa dan patut dihargai. Sikapnya republiken, tidak pernah membedakan satu sama lain. Selamat dan selalu sukses dalam menjalankan tugas pak. Do’a kami selalu mengiringi bapak dari Mentawai Mumbar (Sumatera Barat),” tulis Alfred Marshall bernada pujian.

“Untuk semua saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, saya sebagai salah satu anak bangsa yang begitu perduli terhadap kemajuan Daerah dan NKRI ke depan, mengajak bersama-sama berjuang untuk membangun Indonesia yang lebih maju dalam segala urusan dengan tetap dan selalu berpijak pada konstitusi dan rasa persaudaraan yang tinggi serta mengabaikan kepentingan kelompok dan golongan #INDONESIAMAJU,” seru Rusli Ismal dalam komentarnya.

“Esensi hak konstitusional sesungguhnya demikian dilakukan. Namun dalam proses implementasinya berbeda yaitu saling sikut-menyikut. Bahkan, isu SARA digunakan untuk menjatuhkan lawan, bukan justru saling membangun dan bersaing yang elegan untuk membangun bangsa,” kata Ibra Rizky reflektif. (Sel/Red-02)

Loading...

Terpopuler