Connect with us

Politik

Seruan Mendagri: Lawan Racun-Racun Perusak Peradaban Demokrasi Indonesia

Published

on

Mendagri Tjahjo Kumolo serukan kader parpol dan anggota DPRD lawan racun-racun demokrasi. (FOTO: NUSANTARANEWS/ by Kemendagri)
Mendagri Tjahjo Kumolo serukan kader parpol dan anggota DPRD lawan racun-racun demokrasi. (FOTO: NUSANTARANEWS/ by Kemendagri)

Mendagri Tjahjo Kumolo serukan kader parpol dan anggota DPRD lawan racun-racun demokrasi. (FOTO: NUSANTARANEWS/ by Kemendagri)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerukan kepada seluruh kader partai politik (parpol) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk melawan racun-racun yang merusak demokrasi di Indonesia, yang berlandaskan pancasila.

Racun demokrasi yang dimaksud Tjahjo ialah politik uang dan kampanye negatif yang mengandung ujaran kebencian, fitnah, dan politisasi SARA.

Baca Juga:

“Itu harus kita lawan bersama karena itu adalah racun-racun yg merusak peradaban demokrasi yang berdasarkan Pancasila,” seru Tjahjo seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabu (24/11/2018).

Mendagri menyampaikan seruan tersebut dalam Workshop Pimpinan dan Anggota DPRD yang diselenggarakan Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) di Grand Paragon Hotel, Jumat (23/11) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Tjahjo juga mengatakan tahapan Pemilu Serentak 2019 Pileg dan Pilpres ini sangat panjang waktunya khususnya kampanye Pilpres. Disamping ia juga menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi melalui Pilkada serentak sukses diselenggarakan dengan dinamika yang mewarnai.

Oleh karena itu, Tjahjo meminta pemerintah dan partai politik mengapresiasi kerja KPU, Bawaslu, DKPP. “Termasuk teman – teman media yang telah sukses menyelenggaran Pilkada serentak 2015, 2017 dan 2018,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengingatkan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019. “Mari kita tingkatkan partisipasi pemilih masyarakat supaya maksimal mencapai dan melampaui target KPU yakni 77,5 persen,” kata Tjahjo.

Tidak hanya itu, Tjahjo pun menyerukan kepada tim sukses, baik kampanye Pileg maupun Pilpres untuk lebih mengedepankan kampanye adu ide, adu konsep, program, dan gagasan yg memberi pendidikan politik bagi masyarakat.

Baca Juga:  Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Infrastruktur Kabupaten Ponorogo

“Saya sebagai bagian dari pemerintah saat ini, sudah menjadi kewajiban saya untuk mensosialisasikan seluruh program yang sedang dan sukses dikerjakan pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla,” ungkapnya.

Di akhir paparannya, Tjahjo mengingatkan kader parpol, kepala daerah, dan anggota DPRD mengenai ancaman negara yakni area rawan korupsi, termasuk di dalamnya markup, jual beli jabatan, pengadaan barang jasa serta berbagai macam proyek harus dicermati. Ancaman lainnya berupa narkoba, radikalisme dan terorisme, serta peka akan masalah kesenjangan dan ketimpangan sosial.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler