Connect with us

Hukum

Sering Jadi Saksi e-KTP, Berikut Harta Kekayaan Tiga Politikus PDIP

Published

on

KTP Elektronik, Komitmen KPK,
NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ada sekitar tiga Politikus PDIP yang seringkali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik). Mereka di antaranya Ganjar Pranowo yang saat ini merupakan Gubernur Jawa Tengah, Olly Dondokambey yang saat ini merupakan Gubernur Sulawesi Utara dan Yasonna Hamonangan Laoly yang kini merupakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).
Ketiganya disebut-sebut menerima uang haram e-KTP. Rinciannya, Ganjar Pranowo sejumlah US$ 520.000, Olly Dondokambey sejumlah Rp 16 miliar, dan Yasonna H Laoly US$ 84.000.
Lantas berapa harta kekayaan tiga Politikus PDIP itu? Berikut rangkumannya:
1. Ganjar Pranowo
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara di KPK, acch.kpk.go.id, yang diakses nusantaranews.co, Selasa, 25 Juli 2017, Ganjar terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 4 Juli 2014.
Pelaporan itu dilakukan saat Ganjar menjabat sebagai Gubernur Jateng Periode 2013-2018. Dalam laporan harta kekayaan terakhirnya ke KPK, Ganjar tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 3.793.595.672. Jumlah tersebut meningkat dari laporan sebelumnya pada tahun 2013, yakni sebesar Rp 3.072.281.529.
Kekayaan yang dimiliki Ganjar terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang seluruhnya bernilai Rp 1.044.185.000. Tanah dan bangunan tersebut tersebar di beberapa wilayah di Purbalingga dan Bogor.
Untuk harta bergerak, berupa kendaraan bermotor, Ganjar tercatat memiliki sejumlah kendaraan mewah. Diantaranya mobil merk Nissan Grand, Mitsubishi Pajero, Nissan Teana, Honda Freed dan satu unit sepeda motor merek Honda Astrea yang seluruhnya bernilai Rp 874.775.000.
Sedangkan untuk harta bergerak lainnya berupa logam dan batu mulia dilaporkan senilai Rp 229.361.750. Sementara giro dan setara kas dilaporkan senilai Rp 1.635.664.922.
2. Olly Dondokambey
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara di KPK, acch.kpk.go.id, yang diakses nusantaranews.co, Minggu, 6 Agustus 2017, Olly Dondokambey terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 27 April 2016.
Pelaporan itu dilakukan saat Olly menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara Periode 2016-2021. Dalam laporan harta kekayaan terakhirnya ke KPK, Olly tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 11.616.404.303 dan US$ 24.065. Jumlah tersebut memingkat daei laporan sebelumnya pada tahun 2015 yakni sebesar Rp 11.212.579.836. Tanah dan bangunan tersebut tersebar di beberapa wilayah di Manado, Minaharsa, Minaharsa Utara, dan Bekasi.
Untuk harta bergerak, berupa kendaraan bermotor, Olly tercatat memiliki sejumlah kendaraan mewah. Di antaranya mobil merk Nissan Navara, Toyota Kijang Innova, Toyota Alphard dan Lexus yang seluruhnya bernilai Rp 1.640.000.000.
Olly juga tercatat memiliki harta bergerak berupa perkebunan, peternakan, dan pertanian yang seluruhnya bernilai Rp 1.400.000.000.
Sedangkan untuk harga bergerak lainnya berupa Logam Mulia dan Batu Mulia dilaporkan senilai Rp 55.000.000. Sementara giro dan setara kas dilaporkan senilai Rp 2.774.295.303 dan US$ 24.065.
3. Yasonna Hamonangan Laoly
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara di KPK, acch.kpk.go.id, yang diakses nusantaranews.co, Minggu, 6 Agustus 2017, Harta Kekayaan Yasonna tidak muncul dalam laman pencarian. Diduga kuat Yasonna belum melaporkan Harta kekayaan terbarunya atau belum memperbaharui LHKPN-nya.
Pewarta: Restu Fadilah
Editor: Eriec Dieda

Baca Juga:  Mencermati Kekuatan Islam vs Nasionalis di Jawa Tengah

Terpopuler