Connect with us

Ekonomi

Serbuan WNA Cina Sepanjang Tahun 2016-2017

Published

on

TKA Cina Ilegal (Foto via thetanjungpura)

NUSANTARANEWS.CO – Pada 2015 lalu, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan. Bebas visa ini oleh Presiden Jokowi ditujukan untuk menarik warga asing berkunjung ke di Indonesia. Meski sempat menuai polemik di masyarakat, kebijakan bebas visa tetap berlanjut, sekalipun tak sedikit yang menuding kebijakan itu hanya kedok untuk melonggarkan WNA Cina ilegal masuk ke Indonesia.

Sepanjang tahun 2016, sederet temuan WNA Cina yang melakukan aktivitas ilegal berhasil diciduk. Pada 27 April 2016, TNI AU menangkap tujuh orang lantaran tengah mengerjakan proyek pengeboran ilegal di kawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma terkait proyek kereta cepat. Lima di antaranya disebut-sebut merupakan tentara Cina dan dua dari warga negara Indonesia (WNI). Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama Wieko Syofyan membenarkan penangkapan tersebut di kawasan Lanud.

Pada Agustus 2016, sebanyak 4 warga Cina kembali berhasil diringkus setelah didapati melakukan aktifitas ilegal dengan menanam bibit cabai berbakteri di lahan seluas 4 hektar di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam penangkapan ini Tim Pora DKI Jakarta bersama Tim Pora Imigrasi Kelas II Kota Bogor turun langsung.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie pada Desember 2016 menuturkan, ada sekitar 27.000 WNA Cina yang berada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.827 lebih WNA Cina berstatus ilegal.

Namun kabar serbuan tenaga kerja asal Cina ke Indonesia ini dibantah oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menyampaikan bahwa Indonesia tidak bermaksud menarik tenaga kerja Cina, melainkan hanya menarik wisatawan Cina ke Indonesia.

Pernyataan ini dilontarkan beberapa hari setelah Dirjen Imigrasi mengungkap temuan WNA Cina ilegal di Indonesia serta kunjungan Presiden Jokowi temui Xi Jinping yang meminta agar dikirimkan 10 juta warga Tiongkok ke Indonesia.

Baca Juga:  Tak Hanya Warga NU, Jokowi pun Disebut Emosi Pada Ahok

“Presiden Jokowi minta ke Presiden Xi Jinping supaya mengirim 10 juta turis Tiongkok datang ke Indonesia. Kemarin ada 1,3 juta turis datang ke Indonesia dari Cina. Angka ini masih jauh, tapi angka itu diplesetkan jadi tenaga kerja kasar Cina yang masuk ke Indonesia,” ujar Luhut, pada 23 Desember 2016 di kantornya.

Soal tenaga kerja ilegal yang disebut sebanyak 21.000 jiwa, Luhut menegaskan tenaga kerja dari Cina ilegal hanya sebanyak 800 orang. Data ini berbeda dengan yang disampaikan oleh Dirjen Keimigrasian Ronny F Sompie yang menyebut mencapai 1.827.

“Kita jangan merusak diri sendiri dengan membuat berita tidak benar. Berita yang benar dari data yang kami miliki, tenaga kerja dari Tiongkok yang mungkin ilegal itu hanya 800 orang,” klaim Luhut.

Memasuki awal tahun 2017, tepatnya 4 Januari 2017, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kemudian menyampaikan kepada media bahwa pemerintah tengah mengevaluasi kebijakan bebas visa yang saat ini telah diberikan pada 169 negara. Evaluasi tersebut, kata Luhut, ditujukan kepada negara-negara yang jumlah turis asingnya pasca dilonggarkannya bebas visa ke Indonesia dinilai tidak signifikan.

“Kalau memang angkanya tidak signifikan buat apa kita teruskan,” ujar Luhut.

Dari evaluasi tersebut, kata Luhut, pemerintah telah mengantongi daftar negara yang akan dicabut fasilitas bebas visanya. Namun dirinya enggan mengungkap negara-negara mana yang hendak dicabut fasilitas visanya, dengan alasan sebab Dirjen Imigrasi masih melakukan evaluasi kala itu.

Tahun 2017, kembali lagi WNA Cina melakukan ulah. Kali ini sebanyak 27 WNA Cina berhasil ditangkap setelah melakukan kejahatan siber di Bali. Para warga asal Tiongkok yang beraktivitas membahayakan ini pada Senin, 31 Juli 2017 dideportase ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga:  Amien Rais Tantang Menko Kemaritiman Adu Data Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Beberapa bulan kemudian, pada Agustus 2017, Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, Jawa Barat, juga berhasil mengamankan 38 WNA Cina yang bekerja di perusahaan tambang PT BCMG Tani Berkah di Desa Banyu Wangi, Cigudeg. Kapolsek Cigudeg Kompol Yanyan Sopyan, Kamis (3/8/2016) menyebutkan, 38 WNA Cina diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi keimigrasian, sebagai persyaratan tinggal di Indonesia.

Serbuan tenaga kerja asing asal Tiongkok juga diungkapkan oleh Ifan Seventeen pada 20 Oktober 2017 saat dirinya bertolak ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Ifan mengaku miris, terkejut sekaligus kaget saat mendapati ratusan lebih TKA asal Tiongkok itu tak bisa berbahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia. Bahkan ia mengaku merasa seperti berada di negara lain.

Para WNA asal Cina melakukan ulah kembali dengan menyelundupkan bibit padi berbakteri di Bandar Udara Soekarno Hatta. Namun Tim Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soetta berhasil menggagalkannya. (*)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler