Connect with us

Mancanegara

Serangan Pesawat Tempur Rusia Tewaskan 34 Warga Sipil Suriah

Published

on

Peta close-up Deir Ezzor, zona pertempuran dan wilayah yang dikuasai rezim Suriah dan ISIS. (Foto: SOHR, maps4news.com/HERE/AFP)

NUSANTARANEWS.CO, Beirut – Pesawat tempur Rusia dilaporkan membunuh sedikitnya 34 warga sipil pada Ahad (10/9) saat mengincar sebuah kapal feri yang membawa warga sipil menyeberangi Sungai Efrat di dekat kota timur Suriah, Deir Ezzor.

Demikian laporan Monitor Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris. Awalnya mereka melaporkan warga sipil tewas hanya 21 orang dalam serangan udara Rusia tersebut, namun kemudian korban tewas bertambah menjadi 34 orang.

“Banyak mayat ditemukan di sungai,” kata mereka seperti dikutip AFP.

Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan sembilan anak termasuk di antara mereka yang tewas serangan tersebut. Pesawat tempur Rusia menargetkan lebih dari 40 kapal feri yang meninggalkan kota Al-Boulil di barat daya kota Deir Ezzor.

Observatorium melaporkan, jaringan sumber mereka di Suriah menjelaskan bahwa Rusia melakukan sejumlah aksi penggerebekan di beberapa lokasi dengan menggunakan pesawat tempur.

Seperti diketahui, Moskow turun tangan di Suriah pada September 2015 silam untuk mendukung sekutu Presiden Bashar Al-Assad.

Serangan pesawat tempur terjadi saat tentara Suriah menyerang sebuah target kelompok jihadis ISIS di provinsi Deir Ezzor. Target itu diketahui telah membuat pesawat-pesawat Rusia terblokade untuk melakukan serangan sehingga dibutuhkan bantuan pasukan darat sembari pesawat Rusia membantu dari udara.

Pada saat yang sama, sebuah aliansi pejuang Suriah Kurdi dan Arab yang didukung AS juga sedang bergerak melawan IS di Deir Ezzor.

Pasukan Suriah pada Sabtu mengumumkan bahwa mereka telah mulai membersihkan jihadis ISIS dari daerah timur sungai Efrat, yang melintasi secara diagonal di seluruh provinsi.

Pada Ahad (10/9), Observatorium mengatakan bahwa para pejuang dari Dewan Militer Deir Ezzor SDF (DEMC) telah melakukan penyegargapan dan merebut wilayah yang berjarak hanya beberapa kilometer dari ibukota provinsi Deir Ezzor. (ed)

Baca Juga:  Polres Sumenep Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba 9 Bulan Terakhir

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler