Connect with us

Mancanegara

Serang Selatan Damaskus, Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel Perang Skala Besar

Published

on

Organisasi Hizbullah

Kelompok Hizbullah. (Foto: Trtturk)

NUSANTARANEWS.CO, Beirut – Militan Hizbullah kembali memperingatkan Israel untuk segera menghentikan serangan militer di Suriah. Jika tidak berhenti, Hizbullah yang bermarkas di Lebanon akan mengambil tindakan pembalasan. Pekan lalu Israel melancarkan serangan di selatan Damaskus menggunakan jet tempur F-16 yang mengundang perhatian Rusia, Iran dan Suriah.

Pemimpin tertinggi Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah mengingatkan bila Israel terus-menerus lakukan penyerangan maka Iran, Suriah dan Hizbullah akan meresponnya dengan tindakan militer terhadap Tel Aviv. Israel pekan ini mengakui mereka bertanggungjawab atas serangan militer itu.

Hal itu disampaikan Nasrallah dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut sebagaimana dikutip AFP, Jumat (1/2).

“Hati-hati, jangan lagi melanjutkan serangan yang anda lakukan di Suriah. Jangan sampai kalian salah perhitungan karena bisa saja serangan di kawasan itu menciptakan perang atau konfrontasi dalam skala besar,” ucap Nasrullah yang ditujukan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Nasrallah tak menampik isu bahwa Iran telah menempatkan pasukan di kawasan Suriah, yang menjadi dalih Israel melancarkan serangan udara. Israel dilaporkan telah membuat sejumlah target terhadap basis-basis militer Iran yang bercokol di kawasan Suriah.

Loading...
Pidato Pemimpin Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah

Pidato Pemimpin Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah

Diketahui, Israel menganggap Iran sebagai musuh terbesarnya, dan telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan pasukan Iran mempertahankan kehadiran mereka secara permanen di Suriah pasca perang.

Kata Nasrallah, Israel memang tengah kesal lantaran gagal mewujudkan cita-cita mereka selama perang di Suriah. Tujuannya antara lain merusak pemerintah Suriah, mengusir Iran dari Suriah dan mencegah Hizbullah mendapatkan rudal presisi. Selain itu, Nasrallah juga menyebut Netanyahu adalah orang yang paling kecewa dengan rencana Presiden Donald Trump menarik pasukan Amerika Serikat dari Suriah. Netanyahu juga disebutnya menganggap penarikan pasukan AS itu mempertegas kegagalan Israel di Suriah.

Baca Juga:  Mendagri Imbau Pegawainya Tidak Gunakan Kemasan Air Minum Berbahan Pralstik

Nasrallah telah memimpin Hizbullah berperang hampir tiga dekade. Selama ini, pria berusia 59 tahun itu memilih strategi berbeda dalam menghadapi agresi Israel sehingga kerap tak terlihat keterlibatan mereka dalam menumpas pasukan Tel Aviv.

“Saya sekarang merasa semakin sehat dan tidak menderita penyakit apapun. Saya sudah aktif dan berat badan saya juga sudah turun,” ucap Nasrallah.

Sejak eskalasi meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon pada November 2018 silam, Nasrallah memang jarang muncul. Dia mengaku memang sengaja bersembunyi di kesunyian dan memilih diam atas sejumlah serangan Israel. Sebab, kata dia, melakukan serangan balasan hanya akan membuat Israel semakin terkenal belaka karena selalu dipublikasi oleh media.

Sekadar tambahan, pada tahun 2000 silam, Hizbullah berhasil menendang Israel keluar dari wilayah Lebanon selatan yang diduduki selama 18 tahun. Pengusiran itu membuat frustrasi Israel. Demikian pula dengan invasi pasukan darat Israel ke Lebanon pada tahun 2006 berhasil dipukul mundur pula oleh Hizbullah.

Pada tahun 2018, rudal-rudal Hizbullah telah menimbulkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel. Negara yang selama ini dianggap oleh Israel sebagai mata rantai terlemah dalam rantai Arab ternyata kini menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan.

Itulah sebabnya Israel sangat bernafsu ingin menghancurkan Hizbullah dengan berbagai cara karena Hizbullah adalah satu-satunya kekuatan tempur yang mampu mengalahkan militer Israel yang katanya hebat.

(al/st)

Editor: Almeiji Santoso

Loading...

Terpopuler