Connect with us

Puisi

Seorang di Seberang Jalan, Sajak Melani Ayu Permatasari

Published

on

hujan bulan mei, puisi hujan, thariqoh, menuju kiai puisi buday ad, nusantaranews, kumpulan puisi

Ilustrasi – Hujan. (Foto: Vincent DiNovici/Fine Art America)

Seorang di Seberang Jalan

Burung-burung bernyanyi
Angin mulai berbisik
Aku berjalan dengan senyum mewangi
Di seberang jalan
Seseorang berambut putih
Mengangkat tangannya dengan rintih
Memeras usia hingga gelap
Berkumandang lirih

Purwokerto, 6 September 2019

 

Yang Abadi

Aku kembali menyambut duka
Ketika suara itu menghampiriku
Orang yang berjalan ketakutan
Dengan raut wajah yang memilukan
Mereka masuk ke dalam guguran daun

Puroekerto, 6 September 2019

 

Rindu

Seperti duri ada tangan
Yang ingin memetik mawar
Sementara waktu tak pernah menunggu
Sedangkan aku telah menjadi
Bunga yang layu

Purwokerto, 6 September 2019

Keheningan Malam

Demi gelap apabila menutupi siang
Ketika angin mengusik menusuk tulang rusuk
Bangun dan terjaga
Bersama air hujan yang penuh
Kasih itu turun lagi

Purwokerto, 6 September 2019

 

Akhir yang Bahagia

Berjalan dengan rintih
Menatap angin lalu pergi
Keringat bercucuran deras
Aku berjalan diatas duri
Hanya untuk berlian
Yang tak kunjung menghampiri

Purwokerto, 24 September 2019

 

Tatapan Pilu

Ada rasa yang tak bisa kutafsirkan
Seperti hujan langit pada bumi yang kering
Dan aku masih menunggu mawar
Yang tak kunjung mekar

Purwokerto, 24 September 2019

 

 

Ke Atas

Dirimu terbang ke atas awan
Menggendong mimpi yang belum sempurna
Kau berhenti di senja
Menuju rembulan hampa
Kau bergelut dengan petaka
Demi secerca cahaya

Purwokerto, 1 Oktober 2019

 

 

 

 

 

 

seorang, seberang jalan, sajak, kumpulan sajak, melani ayu permatasari, nusantaranews

Melani Ayu Permatasari. (Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: Melani Ayu Permatasari, lahir di sebuah desa yang bernama Kondangjajar, rt.17/04 kecamatan Cijulang, terletak sebelah selatan Pangandaran. Ia dilahirkan pada 22 Mei 2001. Ia menempuh sekolah dasar di kampung halamannya sebelum ia menjadi santri di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Pangandaran. Ketika menjadi siswi madrasah tsanawiyah Sabilil Muttaqien, ia pernah menjuarai lomba idato B. Indonesia tingkat KKM pangandaran. Dan semenjak menjadi siswi MA Sabilil Muttaqien ia aktif di organisasi intra sekolah, seperti IWP (Ikatan Warga Pelajar) dan pramuka. Ia juga pernah menjuarai pidato B.Arab tingkat sekolah di pesantren Sabilil Muttaqien. Sekarang ia tercatat sebagai mahasiswi prodi Pengembangan Masyarakat Islam di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.

Baca Juga:  Pemerhati: Pemerintah Seharusnya Prioritaskan Sarana Pendidikan di Lumbis Ogong
Loading...

Terpopuler