Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Sengketa Ladang Gas di Perairan Lebanon, Hizbullah Siap Perang Dengan Israel

Sengketa ladang gas di perairan Lebanon, Hizbullah siap perang dengan Israel.
Sengketa ladang gas di perairan Lebanon, Hizbullah siap perang dengan Israel/Gambar: israel-alma.org

NUSANTARANEWS.CO, Beirut – Sekjen gerakan perlawanan Hizbullah Seyed Hassan Nasrallah membuat pernyataan bahwa tidak menutup kemungkinan akan berperang dengan Israel yang melanggar wilayah teritorial Lebanon.

Dalam pernyataan pada hari Minggu itu, Nasrallah mengatakan, “Kepemimpinan Hizbullah membahas opsi di depan negara,” menambahkan bahwa “ada peluang 50 persen bahwa (situasi) dapat diselesaikan, dan peluang 50 persen bahwa situasinya bisa maju ke arah perang.”

Seperti diketahui, sengketa maritim antara Lebanon dan Israel meningkat setelah rezim Zionis menyerobot sumber daya alam Lebanon dengan memindahkan kapal ke Lapangan Gas Karish, yang terletak di perairan teritorial Lebanon.

Nasrallah menyampaikan bahwa sikap Hizbullah tergantung dari hasil negosiasi tidak langsung yang sedang berlangsung antara Beirut dan Tel Aviv atas wilayah laut yang disengketakan.

“Kita telah siap selama 40 tahun terakhir, dan masih siap untuk mengorbankan hidup kita untuk bangsa kita tercinta,” tegas pemimpin gerakan perlawanan Hizbullah.

Baca Juga:  Sanksi Rusia Mendorong Yuan Menjadi Mata Uang Ke-5 Paling Banyak Diperdagangkan

Pada hari Sabtu, penasihat Senior Amerika Serikat (AS) untuk Keamanan Energi Amos Hochstein tiba di Beirut dan bertemu dengan para pejabat Lebanon untuk menengahi pembicaraan yang sedang berlangsung antara Lebanon dan Israel terkait sengketa perbatasan laut yang telah berlangsung lama.

Beberapa jam sebelum pertemuan, Hizbullah merilis sebuah video yang menunjukkan kapal-kapal Israel beroperasi di daerah yang disengketakan di Mediterania, memperingatkan bahwa semua platform dan target rezim pendudukan “dalam jangkauan” dari misilnya. Sekedar informasi, beberapa minggu sebelumnya Hizbullah telah mengirim empat drone tak bersenjata ke platform lepas pantai yang disengketakan tersebut.

Sejauh ini, Israel telah dua kali mengalami kekalahan telak dalam Perang Lebanon pada tahun 2000 dan 2006. Bahkan dalam Perang Lebanon 2006, militer zionis Israel dibuat bulan-bulanan terutama setelah Tank-Tank Markava kebanggaan rezim Zionis begitu mudah dihancurkan oleh para pejuang Hizbullah. Baca artikel: Bagaimana Hizbullah Mengalahkan Israel.

Dalam kedua kasus tersebut, Israel terpaksa menarik mundur pasukannya setelah menderita kekalahan memalukan di tangan Hizbullah. Baca: Kata Jenderal Israel, Setelah dua kali dikalahkan Hizbullah dalam Perang Lebanon. (Banyu)

Related Posts

No Content Available