Connect with us

Mancanegara

Senat AS Blokir Penjualan Jet Tempur F-35 Kepada Turki

Published

on

Senat AS Blokir Penjualan Jet Tempur F-35 Kepada Turki

Senat AS Blokir Penjualan Jet Tempur F-35 Kepada Turki

NUSANTARANEWS.CO – Senat Amerika Serikat (AS) blokir penjualan jet tempur F-35 kepada Turki. Ankara mengecam keputusan AS yang mengesahkan larangan penjualan  jet tempur F-35 mereka ke Turki. Larangan tersebut muncul setelah Turki memutuskan membeli sistem pertahanan rudal anti-serangan udara S-400 dari Rusia.

Perdana Menteri Binali Yildirim, seperti dilansir Hurriyet Selasa (19/6/2018) mengaku sangat menyayangkan sikap AS itu. “Keputusan itu sangat mengecewakan, dan mencederai semangat dari kerja sama strategis,” kata Yildirim di hadapan awak media. Yildrim juga menyatakan jika nantinya AS benar-benar melarang penjualan jet tempur generasi kelima itu, Turki bisa membeli pesawat dari negara lain atau memproduksi sendiri,” ujarnya.

Mengacu pada langkah Senat AS, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Washington telah menciptakan krisis mereka sendiri. “Undang-undang apa yang akan Anda terapkan untuk menjatuhkan sanksi pada pembelian S-400? Ini adalah pendekatan yang salah, dan itu akan mengarah ke krisis. Kami telah membeli S-400 dan mari berhenti membicarakan ini,” katanya.

Cavusoglu juga mengatakan alasan Turki mengapa akhirnya memilih untuk membeli S-400. Turki sebenarnya telah mengajukan permintaan untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot AS. Namun, di saat Turki sangat membutuhkan sistem pertahanan tersebut, AS tidak menyetujui penjualan sistem rudal tersebut. Inilah penyebab mengapa Turki akhirnya beralih membeli S-400 dari Rusia, terang Cavusoglu.

Seperti diketahui, pada hari Senin, Senat AS meloloskan RUU kebijakan pertahanan yang berisi klausa tentang pelarangan penjualan F-35 ke Turki. Senat bakal mencegah pengiriman hingga memastikan Presiden Trump menyatakan bahwa Turki tidak akan membeli peralatan tempur dari Rusia. Amandemen Senat itu juga memasukkan kasus penahanan  pendeta AS, Andrew Brunson.

Baca Juga:  Harmonisasi Perjuangan

Turki dilaporkan telah melakukan pemesanan 100 jet tempur siluman itu dari pabrikan Lockheed Martin, dan sudah membayar 800 juta dolar AS, setara Rp 11 triliun.

Adapun Turki telah menjalin kesepakatan pembelian sistem rudal berharga 400 juta dolar, sekitar Rp 5,5 triliun, per unit dari Moskwa sejak 2016. Pembelian sistem pertahanan yang bisa merontokkan sasaran dari jarak 400 kilometer itu menuai reaksi NATO dan memperingatkan Turki sebagai anggota bahwa S-400 tidak sesuai dengan sistem pertahanan mereka. Namun, Ankara tetap bersikukuh melanjutkan pembelian S-400 Rusia tersebut. (Banyu)

Loading...

Terpopuler