Connect with us

Budaya / Seni

Senandung untuk Ayah dan Bunda – Puisi Ni’matun Khasanah

Published

on

Seorang ayah dan ibu bersama dua orang anak by ftourini. (FOTO: karikatuurmoe)

Seorang ayah dan ibu bersama dua orang anak by ftourini. (FOTO: karikatuurmoe)

Lembaran Cerita Bapak

Tangan menjamah rak-rak yang mematung
Menyampaikan tanya dari setiap jemari yang menyentuhnya
Buku-buku akan menjawab lewat judul yang termaktub
Berbicara lewat tiap lembar yang terbaca

Berbalut redup
Di bawah setitik cahaya yang menyelusup
Bayang jariku menari beralaskan debu
Lekas menghitung berapa banyak cerita yang terkubur

Kubaca satu diantaranya
Tentang goresan hati Bapak
Yang peluhnya kini tak lagi diingat,
Lukanya makin disayat dan
Air mata menyerupa kata

Purwokerto, 28 Maret 2018

Sekedar Mengetuk

Pintu hati sudah kutaruh betul di tepi jalan
Siapa seorang hendak bertandang
Bukan sembarang, aku
Membukanya jika dia benar ada
Membayang di balik jendela kaca kusam
Yang tertutup debu jalanan
Melihatnya dari titik kecil cahaya
Yang menyelinap masuk
Berpijar di rumah tak ramai penghuni
Hanya aku, meja dan dua kursi
Tangan kiri meraih gagang
Tersebab tangan kanan hendak menyalam
Mengetuk pelan
Bertanya sekedarnya
Alamat yang tiada asing di telinga
Sebentar ulur detik lekas pergi
Dia menghampiriku
Aku menghantarkannya pada waktu

Purwokerto, 14 Maret 2018

Senandung Untuk Ayah dan Bunda

Kapalku berlayar arungi samudera kehidupan
Sekuat tenaga coba menghantam terjalnya badai penderitaan
Perlahan menuju ke ujung barat cahaya senja
Garis jingga serupa wajah bunda menyirat luka
Berhembus angin yang mewangikan kerinduan
Mengabarkan keresahan ayah pada ananda
Tak pernah berani menyapa
Hanya memanggil dalam doa
Tidak lewat air mata
Hanya sekedar menjamahkan iba
Pada relung kalbu yang penuh luka

Purwokerto, 1 Maret 2018

*Ni’matun Khasanah lahir di Banyumas, 11 Desember 1998. Dia adalah alumni SMK N 1 Purwokerto, jurusan Administrasi Perkantoran tahun 2016. Saat ini tengah menempuh pendidikan S1 di IAIN Purwokerto, Fakultas Dakwah Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Aktif di beberapa organisasi seperti LPM Obsesi dan UKM PIQSI, dan juga mengikuti Sekolah Kepenulisan STAIN Press. Dia mempunyai kebiasaan begadang nonton drakor (drama korea) dan hobinya adalah berimajinasi. Puisinya berjudul “Gaungan Rindu Kelabu” menjadikannya sebagai 100 penulis terpilih dalam lomba cipta puisi tingkat nasional bertema “arti rindu sebenarnya” yang diselenggarakan oleh Cipta Puisi Nasional, dan dua cerpen serta satu puisinya masuk sebagai semifinalis dalam lomba kepenulisan yang diselenggarakan oleh Penerbit Qalifa Media. Alamatnya di Jalan Protokol 15 Karangnanas RT 01 RW 05, Kec. Sokaraja, Kab. Banyumas. Saat ini dia berdomisili di PPM El-fira 1 Jl. Achmad Yani Gg.VII No. 43, Kebon Bayem, Purwanegara, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Baca Juga:  Ini Penyebab BUMN Masih Tetap Jadi Surganya Para Koruptor

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler