Connect with us

Peristiwa

Sekitar 15.850 Hulu Ledak Nuklir Tersebar di Sembilan Negara

Published

on

Sebuah gambar yang diambil pada tahun 1971 menunjukkan ledakan nuklir di Mururoa Atoll. (Foto: AFP/Getty)

NUSANTARANEWS.CO – Sekitar 15.850 Hulu Ledak Nuklir Tersebar di Sembilan Negara. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan “dunia tanpa senjata nuklir” dalam pidato bersejarah di Hiroshima, Jepang, Jumat (27/5/2016). Ini adalah pengesan terhadap komitmen mempertahan perdamaian dan keamanan dunia tanpa menggunakan senjata nuklir.

Obama menginsyafi jika dunia ini memiliki sekitar 15.850 hulu ledak nuklir yang tersebar di sembilan negara. Jumlah yang sangat besar itu dilaporkan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), seperti dilansir independent.

Sebagaimana yang ditunjukkan dalam sebuah grafik oleh statista, 93 persen dari hulu ledak nuklir dunia tersebut berdama di Rusia sebanyak 7.500 hulu dedak dan sekitar 7,200 hulu ledak berpusat di Amerika.

Dalam pidato di Hiroshima, Presiden Obama mengatakan di hadapan seluruh audian termasuk Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe bahwa, pihaknya kemungkinan tidak dapat menghilangkan kemampuan manusia untuk berbuat jahat, sehingga AS dan negara-negara aliansi telah mempersiapkan sarana pembelaan diri.

“Akan tapi di antara bangsa-bangsa seperti saya sendiri (AS) yang memili stok nuklir, secara bersama-sama kita semua harus memiliki keberanian untuk keluar dari logika ketakutan menuju keamanan dunia tanpa mereka (senjata nuklir). Barangkali kita semua belum menyadara dari apa yang menjadi tujuan saya ini. Kendati demikian, namun dengan usaha yang terus menerus tentu dapat menghindari adanya bencana (seperti ledakan bom atom AS di Hiroshima dan Nagasaki),” seru Obama saat berpidato.

Adapun kesembilan negara yang bertanggung jawab untuk mengontrol senjata nuklir, lima negara lain yang juga menjadi tuan rumah merupakan bagian dari kebijakan pencegahan nuklir NATO.

Negara-negara pemilik nuklir yang diakui secara hukum

Seiring dengan kampanye perdamaian dan keamanan dunia tanpa nuklir oleh Presiden Obama, SIPRI melaporkan bahwa jumlah hulu ledak nuklir di dunia menurun, sebab Rusia dan Amerika Serikat terus mengurangi persenjataan nuklir mereka.

Baca Juga:  Rusia Ancam Baltik Jadi Medan Perang

Namun, negara-negara nuklir lainnya yang diakui secara hukum seperti China, Perancis, Rusia dan Inggris menyatakan diri dengan tekat kuat untuk terus mengembangkan bahkan menyebarkan sistem senjata nuklir yang tanpa batasan waktu.

Negara-negara keanggotaan NATO seperti Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki merupakan negara aliansi yang menjadi tuan rumah dari tekad Amerika.

Korea Utara

Negara komunis itu diyakini memiliki antara enam hingga delapan hulu ledak nuklir dan telah melakukan serangkaian uji coba nuklir selama setahun terakhir. Sampai negara ini dijatuhi sanksi oleh PPB lantaran telah melakukan uji coba yang keempat bulan Januari 2016 lalu.

Kim Jong-un telah memerintahkan militer Korea Utara untuk beriap-siap melakukan serangan preemptive lantaran hubungan buruk dengan negara-negara lainnya. Di samping itu, AS dan Korea Selatan meyakini Pyongyang sedang berusaha mengembangkan sistem rudal antarbenua yang bisa menempatkan AS di berbagai serangan nuklir.

India

India (rival Pakistan) sedang memperluas stok senjata nuklir dan kemampuan pengiriman rudal. Di awal tahun ini India telah melakukan uji coba dari kapal selam pertama yang bersenjata nuklir, INS Arihant, yang menjadikannya sebagai negara keenam di dunia dengan kapal selam yang mampu meluncurkan hulu ledak nuklir dari bawah air. Tidak tanggung-tanggung, India sudah merencanakan akan memiliki INS Arihant tahun 2020.

Pakistan

Sejak tahun 1970 Pakistan telah memili program senjata nuklir sebagai tanggapan terhadap pengembangan dan pengujian senjata nuklir India. Ilmuwan Pakistan Abdul Qadeer Khan, yang membantu mengembangkan bom nuklir Pakistan, mengaku pada tahun 2004 jaringannya telah menjual nuklir know-how di pasar gelap untuk negara-negara seperti Korea Utara dan Iran.

Pada 2015, Menteri Pertahanan India memperingatkan Isis bisa mendapatkan senjata nuklir dari “negara-negara seperti Pakistan”. Isis juga mengklaim bisa membeli senjata nuklir pertamanya dari Pakistan. Namun, analis politik menilai hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Baca Juga:  Menhan AS Keluarkan Statemen Tajam Terkait Korea Utara

Israel

Israel diyakini sebagai satu-satunya pemilik arsenal (gudang senjata) senjata nuklir di Timur Tengah. Pada bulan Februari, menteri pertahanan Israel memperingatkan adanya perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah dalam menanggapi kesepakatan nuklir Iran dengan AS dan negara-negara Barat lainnya.

Tindakan merujuk pada pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran dalam pertukaran untuk pembatasan program nuklirnya, yang murni untuk tujuan rakyat sipil. Meskipun Israel tidak resmi menegaskan atau membantah memiliki senjata nuklir, diperkirakan memiliki persediaan sekitar 80 hulu ledak. (Sel)

Sumber: Independent

Terpopuler