Sekda Provinsi Jawa Timur Minta Kepala Daerah Terpilih Lanjutkan Program Pemerintah

Sekda Jatim saat memberikan sambutan pada acara pembekalan anti korupsi & deklarasi LHKPN di Grahadi SBY. (Foto: Setya/NusantaraNews)
Sekda Jatim saat memberikan sambutan pada acara pembekalan anti korupsi & deklarasi LHKPN di Grahadi SBY. (Foto: Setya/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Timur Akhmad Sukardi meminta kepada 56 Pasangan Calon (Pasangan Calon) yang mengikuti pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Jawa Timur, mulai Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota hingga Bupati dan Wakil Bupati yang nanti terpilih harus siap melanjutkan capaian program pembangunan pemerintah. Bahkan, dirinya berharap agar para paslon terpilih bisa melanjutkan program pemerintah lebih baik dari sebelumnya.

“Siapapun yang nantinya terpilih menjadi gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati dan walikota atau wakil walikota harus memahami pembangunan proyek strategis nasional dan infrastruktur yang sedang masif dilakukan di Jawa Timur,” kata Akhmad Sukardi saat menyampaikan sambutan di acara Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jatim untuk Mewujudkan Pilkada Berintegritas 2018 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (12/4/2018).

Baca juga: Tahun 2017, BPR Jatim Bukukan Laba Rp 46 Miliar

Akhmad Sukardi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jatim ini menjelaskan pembangunan yang sedang dilakukan antara lain di sektor transportasi darat yaitu pembangunan double-track jalur kereta api, proyek Tol Trans Jawa yang ditargetkan pada akhir 2019 tersambung mulai Merak-Banyuwangi serta sektor transportasi udara berupa pengembangan bandara.

Menurutnya, dari sekian banyak program pembangunan tersebut pembebasan lahan akan sangat menentukan pencapaian target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tentunya peran kepala daerah khususnya dalam pembebasan lahan sangat menentukan pencapaian target tersebut agar tepat waktu. Dan muara dari pembangunan itu tidak lain untuk peningkatan konektivitas tersebut adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Baca Juga:  Bangun Tanggul Kali Lamong, Pemerintah Gerojok Dana Rp 1,04 Triliun

Baca juga: Rawan Kecelakaan Kereta Api, DPRD Jatim Minta Palang Pintu KA Kecil Ditutup

Apalagi, sebut Akhmad Sukardi, menurut hasil riset Asia Competitiveness Institute (ACI) 2017 menunjukkan kalau Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis (ease of doing business/EDB) paling tinggi dibanding dengan 33 provinsi lainnya. Riset tersebut menggunakan kategori daya tarik bagi investor (attractiveness to investor), keramahan bisnis (business policies). (setya)

Editor: Banyu Asqalani