Connect with us

Peristiwa

Sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI Beri Dukungan Moral dan Santunan Kepada Keluarga Korban Kekerasan 22 Mei

Published

on

Sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI Beri Dukungan Moral dan Santunan Kepada Keluarga Korban Kekerasan 22 Mei, NUSANTARANEWSCO

Para Purnawirawan Jenderal TNI menemui keluarga para korban kekerasan dalam aksi 21-22 Mei 2019 lalu, M Harun Al Rasyid (15) untuk berikan dukungan moral dan santunan di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (27/5). (Foto: Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Para Purnawirawan Jenderal TNI kembali menemui keluarga para korban kekerasan dalam aksi 21-22 Mei 2019 lalu untuk berikan dukungan moral. Kepada keluarga korban, para purnawirawan menyampaikan rasa berbelasungkawa dan duka cita yang mendalam serta memberikan santunan kepada keluarga M Harun Al Rasyid (15) di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (27/5).

“Kami para Purnawirawan TNI ikut berbelasungkawa dan turut berduka cita atas kejadian yang tidak diinginkan dalam aksi damai 21-22 Mei 2019 lalu. Kami sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Tapi semua itu karena kehendak Allah SWT,” kata Letjen (Purn) DJ Nachrowi di hadapan kedua orang tua Harun.

“Kami sengaja datang ke sini untuk betul-betul menyampaikan rasa berbelasungkawa dan ada sedikit santunan untuk bapak-ibu sekalian. Walaupun itu tidak akan mampu menghilangkan kesedihan bapak dan ibu. Tapi paling tidak, kami semua para purnawirawan TNI yang hadir pada saat ini ikut berduka cita,” sambungnya.

Nachrowi juga menyampaikan kepada keluarga korban bahwa kehadiran dirinya bersama para purnawirawan Jenderal TNI lainnya murni untuk menyampaikan empati atas dasar nilai kemanusiaan. Sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

“Kami tidak ada tujuan apa-apa, kecuali kami ingin menyampaikan belasasungkawa dan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Harun Al Rasyid. Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, dan bapak-ibu juga para keluarga Harun diberi ketabahan atas peristiwa ini. Semoga husnul khotimah. Semota Allah SWT memberikan tempat terbaik kepada Harun Al Rasyid,” tuturnya.

“Mudah-mudahan adanya sedikit bantuan ini mengurangi beban bapak dan ibu. Dan mudah-mudahan bermanfaat,” tambah DJ Nachrowi.

Para purnawirawan berbicara dari hati ke hati dengan keluarga korban pada kesempatan lawatan ini, terutama perihal kronologis kematian seorang putra yang sangat dicintai keluarga tersebut.

Suasana haru masih terasa di kediaman keluarga Harun. Bahkan, kakak perempuan Harus sampai saat ini masih depresi berat karena kehilangan adiknya itu untuk selama-lamanya.

Ayah Harun, Didin Wahyudin menyampaikan kepada para purnawirawan bahwa dirinya tidak tahu persis mengenai peristiwa yang menyebabkan putranya meninggal dunia. Pasalnya, ia dikasih kabar saat anaknya sudah berada di dalam ambulance.

Namun, ia mengisahkan beberapa saat sebelum peristiwa nahas itu menimpa Harun.

“Anak saya itu, sorenya memang buat layang-layangan sendiri dari bambu. Waktu itu dia pakai celana pendek. Kebiasaan dia kalau pergi selalu rapi, pakai celana panjang. Tapi, waktu itu memang hanya main di sekitar sini saja. Main layangan. Setelah minta uang sama ibunya 5000, dikasih untuk beli kertas layangan. Terlepas dari itu saya tidak tahu,” kenang Didin terakhir kali bersama HArun pada Rabu sore 22 Mei 2019.

(ach/eda)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler