Connect with us

Mancanegara

Sejumlah Bank Iran Terima Dana Kredit China Senilai 10 Miliar

Published

on

Presiden Iran Hassan Rouhani berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping (R) dalam sebuah upacara penyambutan pada tanggal 23 Januari 2016 di ibukota Teheran. (Foto: AFP/ STR)

NUSANTARANEWS.CO, Teheran – Sebuah perusahaan investasi milik pemerintah China menyediakan jalur kredit senilai 10 miliar dolar untuk bank-bank Iran.

Presiden Bank Sentral Iran dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip kantor berita AFP menyebutkan, kontrak tersebut ditandatangani di Beijing antara grup investasi CITIC China dengan sebuah delegasi bank-bank Iran yang dipimpin oleh Presiden Bank Sentral Valiollah Seif.

Harian Iran menyebutkan bahwa dana besar itu akan membiayai sejumlah proyek air, energi dan transportasi.

Iran menjadi sangat penting bagi ambisi perdagangan China sebagai ambisu negara komunis itu untuk menguasai jalur perdagangan dunia melalui inisiatif One Belt, One Road yang telah mencanangkan investasi triliunan dolar untuk menghubungkan China dengan Eropa dan Afrika.

Selain jalur kredit, Bank Ekspor-Impor China juga lebih lanjut berkomitmen untuk meminjamkan 10 miliar dolar, sementara China Deveopment Bank menandatangani kesepakatan awal dengan Iran senilai 15 miliar dolar untuk proyek infrastruktur dan produksi.

Seif mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan wujud nyata dari keinginan kuat kedua negara untuk kelanjutan kerja sama di berbagai sektor, utamanya energi. Berdasarkan laporan Pentagon, Cina telah membeli 51 persen kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah. Di mana 43% pengiriman minyaknya harus melalui Selat Hormuz, sementara 57% melalui Selat Malaka. China menjadi pengimpor minyak terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Lebih lanjut, secara total China telah sepakat mengalokasikan 35 miliar dolar untuk pembiayaan dan pinjaman kepada ekonomi Iran. Garis kredit menggunakan euro dan yuan untuk membantu menghadang sanksi AS yang terus berlanjut kendati AS-Iran telah menandatangani kesepakatan nuklir pada 2015 silam. China sendiri sebetulnya turut serta menadatangani kesepakatan tersebut, tapi belakangan AS mengambil langkah sendiri mengeluarkan sanksi terhadap Iran menyusul Teheran mengembangkan program rudal balistik.

Baca Juga:  Iran Segera Buka Bank di Indonesia

Presiden China, Xi Jinping melawat ke Irang seminggu setelah kesepakatan investasi China-Iran ditandatangani dan berjanji akan meningkatkan perdagangan bilateral menjadi 600 miliar dolar dalam satu dekade ke depan. Kendati tren perdagangan China-Iran cenderung menurun dalam enam bulan pertama tahun 2017, tetapi tidak signifikan dibanding tahun 2016 lalu.

Diketahui, China telah menjadi pelanggan minyak terbesar Iran yang menyumbang sepertiga dari keseluruhan perdagangannya. Selain itu, Beijing juga telah membuka dua jalur kredit senilai 4,2 miliar untuk membangun jalur kereta api cepat yang menhubungkan Teheran dengan Masyhad dan Isfahan.

Kredit baru China senilai 10 miliar itu akan dikirim ke bank-bank Iran di antaranya Refah Kargaran, San’at va Ma’dan, Parsian, Pasargad dan Tose’e Saderat Iran. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler