Connect with us

Global

Sejak 2009, Sedikitnya Sudah 20 Ribu Warga Sipil Tewas di Nigeria dan Kamerun

Published

on

Puing-puing bangunan akibat serangan bom bunuh diri kelompok militan Boko Haram. (Foto: AFP)

NUSANTARANEWS.COAmnesty International mencatat serangan militan Boko Haram telah merenggut hampir 400 orang sejak April di Nigeria dan Kamerun. Angka ini melonjak dua kali lipat dari lima bulan sebelumnya.

Kelompok HAM itu menyoroti peran perempuan dan muda yang dipaksa militan tersebut untuk melakukan aksi bom bunuh diri di tempat-tempat ramai. Sedikitnya 381 warga sipil tewas akibat serangan bom bunuh diri tersebut.

“Boko Haram sekali lagi melakukan kejahatan perang dalam skala besar. Contoh kebejatan mereka memaksa gadis-gadis muda untuk membawa bahan peledak dengan tujuan membunuh sebanyak mungkin orang,” kata Alioune Tine, direktur Amnesty International untuk Afrika Barat dan Afrika Tengah seperti dikutip Aljazeera News.

Aksi bom bunuh diri di Nigeria dan Kamerun terus mengalami peningkatan. Hal ini sekaligus mendesak perlindungan dan bantuan cepat bagi jutaan warga sipil. Pemerintahan kedua negara harus mengambil tindakan antisipasi cepat untuk melindungi warga sipil dari aksi-aksi teror yang terus berkembang.

Amnesty International melaporkan, setidaknya 223 warga sipil tewas di Nigeria sejak April. “Antara bulan Mei dan Agustus, tujuh kali lebih banyak warga sipil terbunuh daripada empat bulan sebelumnya, sementara 100 warga sipil terbunuh pada Agustus saja,” katanya.

Di negara tetangga Nigeria, Kamerun, Amnesty International mengatakan sejak April setidaknya 158 warga sipil tewas oleh serangan Boko Haram. Angka ini empat kali lebih tinggi dibanding lima bulan sebelumnya.

“Lonjakan korban baru-baru ini telah didorong oleh serangan bunuh diri yang meningkat,” katanya lagi.

Serangan paling mematikan terjadi di kota Waza pada 12 Juli lalu ketika 16 warga sipil terbunuh dan setidaknya 34 lainnya terluka setelah seorang gadis muda dipaksa membawa dan meledakkan bom di sebuah pusat permainan yang ramai dikunjungi.

Kelompok Boko Haram ini pada awalnya mengklaim berjuang untuk menciptakan sebuah negara Islam di utara. Namun, tak sedikit dari mereka kelaur dari kelompok ini karena menilai tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Sejak 2009, Amnesty Internasional mencatat sedikitnya 20.000 orang tewas akibat aksi kekerasan dan lebih dari 2,6 juta orang kehilangan tempat tinggal. Lebih dari lima juta orang kelaparan karena konflik dan krisis tersebut, yang juga telah menghancurkan lahan pertanian, membuat petani tidak dapat menabur atau mengolah tanaman selama beberapa tahun.

Dalam pernyataannya bulan lalu, UNICEF mengatakan bahwa karena serangan, anak-anak yang melarikan diri atau dibebaskan oleh Boko Haram lalu dipandang dengan penuh curiga dan ditolak oleh komunitas mereka. Situasi kekerasan dan keamanan di wilayah ini juga memaksa ribuan orang tua tidak menyekolahkan anaknya. (ed)
(Editor: Eriec Dieda)

Advertisement

Terpopuler