Connect with us

Peristiwa

Sebuah Minibus Terguling di Ponorogo

Published

on

Sebuah minibus terguling di 'Telulikuran' atau 23 derajat di jalan raya Bungkal-Ngrayun, sebuah minibus Isuzu Elf Nopol AG 7409 YB mengalami kecelakaan tunggal, Senin (11/2/2019). (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

Sebuah minibus terguling di ‘Telulikuran’ atau 23 derajat di jalan raya Bungkal-Ngrayun, sebuah minibus Isuzu Elf Nopol AG 7409 YB mengalami kecelakaan tunggal, Senin (11/2/2019). (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Sebuah minibus terguling di Ponorogo. Diduga tak menguasai medan yang berkelok-kelok di tanjakan ‘Telulikuran’ atau 23 derajat di jalan raya Bungkal-Ngrayun, sebuah minibus Isuzu Elf Nopol AG 7409 YB mengalami kecelakaan tunggal, Senin (11/2/2019).

Peristiwa ini terjadi tepat di Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Mobil dikemudikan oleh Ahmad Pikri (27) warga Desa Gondang Tugu, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.

“Awal mula kendaraan Mobil Isuzu Elf dari arah Kecamatan Ngrayun dengan kecepatan tinggi karena jalan menurun dan menikung setelah sampai di KM 23 mobil tersebut hilang kendali dan terbalik dan melintang dijalan,” ujar Kapolsek Bungkal, AKP Joko Suseno.

Salah satu korban minibus terguling di 'Telulikuran' atau 23 derajat di jalan raya Bungkal-Ngrayun, sebuah minibus Isuzu Elf Nopol AG 7409 YB mengalami kecelakaan tunggal, Senin (11/2/2019). (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

Salah satu korban minibus terguling di ‘Telulikuran’ atau 23 derajat di jalan raya Bungkal-Ngrayun, sebuah minibus Isuzu Elf Nopol AG 7409 YB mengalami kecelakaan tunggal, Senin (11/2/2019). (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

Akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tersebut, para penumpang mobil mengalami luka berat dan ringan.

“Empat belas penumpang termasuk sopir mengalami luka-luka,” paparnya.

Kasus lakalantas tersebut ditangani Satlantas Polres Ponorogo.

“Korban dilarikan ke rumah sakit umum (RSU) Dr Hardjono Ponorogo dan mobil berhasil di derek,” pungkasnya.

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: M Yahya Suprabana

Terpopuler