Connect with us

Puisi

Sebait Doa, Sajak Deffiyanti

Published

on

puisi gus nas, doaku pagi ini, puisi indonesia, penyair indonesia, puisi nusantara, puisi doa, puisi pagi, puisi doa pagi, nusantaranews, nusantara news

Sebuah puisi, doaku pagi ini. (Foto: Istimewa)

Sebait Doa

Duka nan perih
Yang membuat diri ini merintih
Hanya dengan sebait do’a yang kupanjatkan
Tuk melewati segala ujian
Maupun rintangan yang kau berikan
Hanya dengan sebait do;a
Ku mampu meluluhkan itu semua
Tanpa harus berputus asa
Kepada tuhan yang Maha Esa

Purwokerto, 28 september 2019

 

Anak Kecil

Tertawa dari bilik jendela
Terlihat bebas
Ingin kembali pada mereka
Dimana hanya tahu kebersamaan
Tanpa memandang dengan siapa mereka berkawan

Jika terjadi tengkar
Satu tangisan menjadi usai

Ingin daku jadi salah satu diantaranya
Dimana rumit jadi sangat sederhana

Purwokerto,16 September2019

Badai Kelabu

Berteman gelap
Kabut jiwaku menyeruat dalam dadaku
Alam mengatakan aku mati
Kau mati
Manusia ramai
Aku sendiri

Telah poranda tanahku
Bertabur bunga

Purwokerto, 30 September 2019

Ingin Pulang

Malam ini
Ku bergeming dalam lamunan
Terjatuh kehilangan arah
Seketika suara itu tiba
Lirih memanggil namaku
Memintaku pulang

Purwokerto, 25 September 2019

Berbeda

Kita semua berawal dari tempat yang sama
Menghirup udara untuk pertama kalinya
Dengan cara yang sama

Lalu, kita mengenal cinta, persahabatan dan kepercayaan
Ketika kesombongan datang
Hilanglah semua kesetiaan yang ada
Merobek lembar demi lembar
Kepercayaan yang telah kita rangkai
Kini kau dan aku berbeda

Purwokerto, 21 September 2019

 

Nasihat Ibu

Lihatlah, Nak
Segala sesuatu hanya titipan
Bukan untuk digenggm

Dengarlah, Nak
Kalaupun satu persatu
Tubuh, Kulit bahkan tulang digerogoti
Dipaksa untuk hilang

Ikhlaslah, Nak
Tugasmu hanyalah
Jalani,
Tak ada yang perlu digenggam

Hanya perlu kau gapai
Tanpa perlu melawan
Sebuah tujuan mulia
Iringilah dengan do’a

Baca Juga:  Tottenham Tersungkur di Kandang Sendiri Pada Laga ke-36 Liga Inggris

Purwokerto, 21 September 2019

 

 

 

 

 

Biografi Penulis:

Deffiyanti lahir di Banyumas, 25 Agustus 2000. Desa Pageraji Wadas Malang RT 07/06 Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Di lahirkan dari keluarga sederhana, dengan dua saudara. Lahir sebagai anak kedua , dengan keluarga yang selalu menyayanginya. Sekarang aku sedang memperdalam ilmu disalah satu pondok pesantren di Purwokerto, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Ittihaad Pasir Kidul Purwokero Barat, selain seorang santri aku juga melanjutkan study disalah satu kampus di Purwokerto, IAIN Purwokerto. Dengan mengambil program Bimbingan Konseling Islam. Hobiku membaca, apapun yang ingin kubaca. Motto hidupku” Jadilah orang yang bermanfaat” karna sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Aku selalu berdo’a semoga semua asa dan cita tersemoga oleh Maha Kuasa.

Loading...

Terpopuler