Connect with us

Hankam

Satgas Polisi Militer TNI Ikut Latihan UNIFIL di Lebanon

Published

on

Satgas Polisi Militer TNI Ikut Latihan UNIFIL di Lebanon (Foto Istimewa)

Satgas Polisi Militer TNI Ikut Latihan UNIFIL di Lebanon (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Satgas Polisi Militer TNI mengikuti latihan UNIFIL di Lebanon Selatan. Dansatgas MPU (Military Police Unit) Konga Letkol Cpm Sony Yusdarmoko, menyampaikan tugas satuannya itu saat terjadi pertempuran yang melibatkan pasukan UNIFIL PBB di Lebanon Selatan pada hari Jumat (25/1) kemarin.

“Skenario latihan yang diberikan disesuaikan dengan tugas, peran dan fungsi masing-masing,” ungkap Sony dalam keterangannya dikutip redaksi, Minggu (27/1/2019).

“Latihan bersama ini juga pada dasarnya untuk menguji mekanisme/prosedur pelaporan, penyebaran informasi, koordinasi antar satuan dan pengendalian operasi yang terintegrasi guna meningkatkan interoperabilitas antar satuan jajaran UNIFIL,” tambahnya.

Dijelaskannya, dalam latihan ini diskenariokan telah terjadi serangan kelompok bersenjata terhadap patroli PBB di wilayah Lebanon Selatan, dengan korban satu orang prajurit asal Perancis terluka dan dievakuasi menggunakan helikopter.

“Insiden itu merupakan salah satu skenario dalam latihan bersama Reserve Integration Exercise (RITEX 01-19) dari Komando Sektor Timur UNIFIL. Dalam latihan ini, selain dari Satgas MPU, Kontingen Garuda yang ikut terlibat dalam latihan yaitu Task Force Bravo Indonesia sebagai SMR (Sector Mobile Reserve),” tutur Sony.

Kembali ke alur cerita, lanjut Sony, Satgas MPU yang dipimpinnya merupakan bagian dari Komando Sektor Timur segera diterjunkan untuk mengamankan dan mengendalikan lalu lintas di lokasi-lokasi yang menjadi insiden kontak tembak antara FCR (Force Commander Reserve), satuan pemukul asal Perancis dengan kelompok bersenjata.

“Pengerahan Satgas MPU lebih diarahkan untuk menjamin Freedom of Movement dari pasukan yang terlibat pertempuran, serta mengamankan lalu lintas masyarakat yang berada di sekitar daerah tersebut,” kata dia.

Baca Juga:  Rusia Menguji Sistem Pertahanan Udara di Krimea

Sedangkan pasukan-pasukan reaksi cepat, lanjut Sony, baik yang berada di bawah Komando Markas Sektor Timur UNIFIL maupun Batalyon jajarannya pun segera bereaksi sesuai tugas dan sektornya. Dirinya menambahkan, dalam latihan itu, dirinya menerjunkan dua tim yang bergabung dengan pasukan LAF (Lebanese Armed Forces).

Selain itu, markas Sector East Military Police Unit (SEMPU) di UNP 7-3 juga menjadi pangkalan laju bagi FCR yang menggelar Posko Lapangan guna Pengendalian Operasi,”tuturnya. “Selain Task Force Bravo Indonesia dan FCR, peserta latihan lainnya adalah BMR (Battalion Mobile Reserve) asal Serbia sebagai pelindung Mako Sektor,” jelasnya.

Editor: Alya Karen

Loading...

Terpopuler