Connect with us

Lintas Nusa

Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Terapkan Sistem Belajar Calistung di Merauke

Published

on

Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Terapkan Sistem Belajar Calistung di Merauke. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Dansatgas Pamtas Yonmek 521)

Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Terapkan Sistem Belajar Calistung di Merauke. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Dansatgas Pamtas Yonmek 521)

NUSANTARANEWS.CO, Kabupaten Merauke – Selain memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga wilayah perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi, A. Wibowo juga memiliki kewajiban mencerdaskan masyarakat di wilayah perbatasan itu.

Minimnya tenaga pendidik di wilayah perbatasan tersebut, seakan menjadi pantauan tersendiri bagi pihak Satgas.

Hal itu terlihat ketika beberapa personel Satgas Pamtas Yonmek 521/DY, mendatangi salah satu sekolahan di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (7/2/2019.

Hanya berbekal buku matematika dan buku pembelajaran lainnya, Satgas Yonmek 521/DY terlihat sangat bersemangat ketika membagikan ilmunya kepada murid-murid SD YPPK Yanggandur.

“Beberapa personel, kita tugaskan menjadi tenaga pengajar demi kemajuan pola pikir masyarakat di wilayah perbatasan ini,” ujar Letda Inf Gatot Mustafa melalui keterangan resmi yang diterima redaksi nusantaranews.co, Jumat (8/2/2019).

Gatot mengungkapkan, jika dirinya masih melihat minimnya keinginan masyarakat untuk memacu, sekaligus meningkatkan wawasan yang di milikinya.

“Dari situ, kami berinisiatif untuk menjadi tenaga pengajar di sekolahan ini,” bebernya.

Emerikus Renyaan (58), mengakui jika dirinya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonmek 521/DY tersebut.

Kepala Sekolah SD YPPK Yanggandur itu menilai, jika kedatangan para personel Satgas di tempat ia mengajar tersebut, sangat meringankan bebannya.

“Hanya ada beberapa guru saja disini. Jadi, kendala kami adalah kekurangan tenaga pengajar,” akunya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Satgas yang secara sukarela mau menjadi tenaga pengajar di sekolahan kami,” tutur Emerikus.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Terpopuler