Connect with us

Politik

Sapa Masyarakat Ponorogo, Prabowo: Rakyat Pilih Keadaan Sekarang atau Ada Perbaikan?

Published

on

prabowo subianto, masyarakat ponorogo, warok kehormatan, warok sepuh ponorogo, ahmad tobroni teredjo, mbah tobron, warga ponorogo, nusantaranews, nusantara, nusantara news

Prabowo Subianto menyapa masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018). (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Calon Presiden yang diusung oleh Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat dan didukung beberapa parpol baru seperti Partai Berkarya, Prabowo Subianto menyapa masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018).

Kehadiran Prabowo disambut seni Reog Ponorogo sekaligus dikukuhkan menjadi Warok Kehormatan. Tampak hadir menyambut Prabowo adalah tokoh Warok Sepuh Ponorogo, Ahmad Tobroni Toredjo atau Mbah Tobron dan pengurus parpol pengusung seperti dari PAN, PKS dan Gerindra.

Baca juga: MPR: Kita Terpecah Belah, Kekayaan Alam Dijarah dan Dikuasai Asing

Tidak terlihat pengurus dan kader Demokrat Kabupaten Ponorogo. Dalam orasinya di halaman rumah makan sate Lego, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Prabowo menyatakan Negara Indonesia berada di persimpangan jalan.

“Di mana rakyat Indonesia dihadapkan dalam dua pilihan yaitu keadaan seperti sekarang ini atau ada perbaikan, Bapak Prabowo lahir di Jakarta 67 tahun yang lalu, dan pada umur 18 tahun masuk tentara untuk menjaga Republik Indonesia ini, berkali-kali mempertaruhkan jiwa raga untuk rakyat namun di ujung pensiun melihat negara seperti saat ini, kekayaan dikuasai bangsa asing dan ini bukan Republik Indonesia seperti yang dirancang oleh pendiri bangsa,” terang Prabowo.

Baca juga: Kekayaan 4 Orang Indonesia Setara Dengan 100 Juta Penduduk

Menurutnya, kalau nanti Prabowo menang akan mengamankan kekayaan bangsa. “Sehingga akan digunakan untuk memperbaiki nasib petani, gaji guru, guru swasta, petani, polisi, tentara, dokter dana lain-lainnya,” paparnya.

Dia juga menegaskan bahwa jangan percaya kalau Indonesia miskin. “Indonesia sangat kaya tapi kita harus kerja keras,” katanya.

Baca juga: Negara Indonesia, Wujud dari Rasa Senasib Sepenanggungan

Masih menurut dia, kedulatan rakyat artinya rakyat yang berkuasa. “Bahwa Alloh SWT tidak akan mengubah nasib bangsa kalau kita tidak mengubah nasib kita sendiri,” tandasnya.

Dan salah satu cara untuk mengubah nasib tersebut menurut Mantan Danjen Kopassus tersebut adalah sangat sederhana yaitu tanggal 17 April 2019 rakyat memiliki hak suara yang sama di TPS sehingga kalau salah pilih maka akan menjadi tanggungan atas nasib anak cucu. Selanjutnya Prabowo mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor, Mlarak, Ponorogo.

Baca juga: Kekayaan Indonesia Dikuasai Asing, Prabowo Ajak Berjuang Benahi Perekonomian

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: Banyu Asqalani

Baca juga: Menyoal Kemandirian Ekonomi Bangsa

Advertisement

Terpopuler