Connect with us

Hankam

Sanksi Dicabut, AS Buka Kembali Latihan Militer Bersama Kopassus

Published

on

Prajurit Grup 1 Kopassus Sudah Melakukan Operasi di Seluruh Indonesia/Foto: Dok. Militer.or.id

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pertemuan Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan Menteri Pertahanan Indonesia pada Selasa (23/1) lalu tampaknya benar-benar menuai hasil. Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan mengatakan AS membuka kembali latihan dengan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI yang sempat dihentikan karena disanksi Amerika.

Usai bertemu Kepala Staf Presiden, Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (19/2/2018), Donovan menungkapkan AS telah membuka kembali pelatihan militer antara Kopassus dengan militer AS. “Bisa dimulai dengan Detasemen 81 Kopassus,” kata Donovan.

Donovan menyebut, pelatihan militer AS dengan Kopassus dibuka karena Indonesia merupakan mitra strategis AS, utamanya di kawasan Asia Pasifik. Apalagi Indonesia diketahui merupakan aktor kunci dalam menjaga stabilitas kawasan Asian Tenggara.

Seperti diwartakan, pertemuan Menhan AS James Mattis dan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Januari lalu memuat tiga isu krusial. Pertama soal pencekalan dan sanksi AS terhadap Kopassus yang dinilai sudah saatnya dihapus.

“Salah satu sanksinya adalah mereka (Kopassus) tidak diijinkan bepergian ke Amerika. (Akibatnya) mereka tidak bisa melakukan latihan bersama, tapi dia (Mattis) akan membuka kembali ini (sanksi),” kata Ryamizard, Selasa (23/1) lalu.

Loading...

Kedua, persoalan strategis kedua adalah soal Laut Natuna Utara. Dan ketiga adalah soal pembelian jet tempur tambahan F-16 setelah Indonesia mendapatkan hibah. Ini juga sekaligus sebagai upaya AS mencegah Indonesia membeli alutsista, termasuk jet tempur produk Rusia. Apalagi, Indonesia sudah sepakat membeli 11 unit Su-35 dari Rusia yang dalam waktu dekat akan segera tiba di tanah air. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler