Connect with us

Budaya / Seni

Sang Penari Menanti Mahkotaku

Published

on

(Dukaku Menari) sad sherlock by RadioKatty - DeviantArt

(Dukaku Menari) sad sherlock by RadioKatty – DeviantArt

Puisi Leni Levana

LANGIT UNTUKKU

Tiba saat dahan berhenti menggenggamku
Aku terlepas begitu saja
Menari dalam rayuan angin
Yang menjanjikan langit untukku
Saat tubuhku tak lagi berdaya
Mengiringi musiknya
ia pergi

Aku jatuh memeluk tanah
membusuk dan hancur
Tidak ada langit untukku
Walaupun aku pernah diterbangkan angin
Hingga lunglai

Purwokerto, 24 April 2018

SANG PENARI

Aku tak pernah kehilangan arah
Meniup daun dan bunga
Hingga jatuh serbuk sari
Sesekali aku berpusar pada tumpukan daun kering
Mengajaknya menari
Diringi musik sang pencipta
Aku ini tak selalu bahagia
Aku tak punya harapan ada orang lain
Menegur, menghentikanku menari
Menyuruhku tinggal dan menemani
Aku tak berguna
Tak ada yang dibutuhkan dariku

Daun kering : “Percayalah angin
Kau mengeringkanu meski sedikit dingin
Kau aku butuhkan
Meski tak pernah diam
Aku takkan menyuruhmu mengurangi tiupan
Atau berhenti menari
Tak harus pula tinggal bersamaku”

Purwokerto, 21 April 2018

MENANTI MAHKOTAKU

Aku ragu mekar
Mungkin aku berakhir saat kuncup
Tanpa menikmati mahkotaku

Aku ragu mekar
Saat mekar mahkotaku indah
Kadang tidak juga

Apapun itu
Akhir hidupku sama
Meruntuhkan diriku
Bereinkarnasi menjadi calon mawar lain
Kemudian ragu lagi untuk mekar

Purwokerto, 21 April 2018

Leni Levana, lahir di Banyumas, 7 Juli 1998. Dia bergiat di SKSP (Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban) di IAIN Purwokerto. Anggota PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Rayon Tarbiyah Komisariat Walisongo. Anggota aktif di ISDV (Islamic Student Demokratik Vereeniging). Karyanya pernah dimuat di Kabar Opini. Piasa Kulon, Rt.02/03, Somagede , Banyumas.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Baca Juga:  Dampak Virus Corona, Harga Jual Rumput Laut di Nunukan Terjun Bebas
Loading...

Terpopuler