Connect with us

Ekonomi

Sandi: Janan Lagi Kita Didikte Oleh Mafia Pangan dan Mafia Impor

Published

on

mafia pangan, mafia impor, swsembada pangan, janji sandi, hentikan impor, petani indramayu, nusantaranews

Sandiaga Uno mendengarkan aspirasi dari Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) wilayah Indramayu-Cirebon Feri Priatna. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Indramayu – Indonesia dinilai masih didikte mafia pangan dan mafia impor di bidang pangan. Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mendengarkan aspirasi dari Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) wilayah Indramayu-Cirebon Feri Priatna. Ia meminta Sandi agar beras Indonesia jangan tergerus oleh impor dari negara lain.

“Jangan sampai, pak, beras kita tidak laku karena maraknya beras impor. Kami sudah sulit menjual beras karena harganya tinggi, sementara beras impor dijual dengan harga murah,” ujar, Rabu Feri (19/12).

Hal itu disampaikan Feri saat berdialog bersama Sandi di pabrik beras CV Fajar Niaga Desa Widasari, Kecamatan Widasari, Jalan Simpang Tiga, Desa Kongsi Jaya, Indramayu, Jawa Barat.

Sandiaga menanggapi usulan tersebut dengan menjelaskan komitmen Prabowo-Sandi yaitu program tiga swasembada, yakni pangan, air dan energi. Salah satu bentuk aksinya menurut Sandi adalah dengan kebijakan menghentikan impor saat masa panen.

Swasembada pangan menjadi program kami di tahun 2019. Selain penyerapan beras hasil petani di Bulog akan ditingkatkan, beras lokal diutamakan. Jangan lagi kita didikte oleh mafia pangan dan mafia impor. Jangan sampai yang makmur petani Vietnam, bukan petani Indramayu. Perut masyarakat utama. Nomor satu adalah perut rakyat, presiden nomor dua,” terang Sandi.

Loading...

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator nasional Relawan Sahabat Prabowo-Sandi Anggawira juga menjelaskan komitmen Prabowo-Sandi untuk tidak lagi bergantung pada impor dan menyusahkan para petani di Indonesia.

“Pak Prabowo dan Bang Sandi secara jelas berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini saat masuk masa panen, pemerintah malah impor beras sehingga menyusahkan petani. Pokoknya Pak Prabowo Presiden kita stop impor saat panen,” ujar Anggawira.

Baca Juga:  Korea Utara Divonis Hakim AS Bayar 501 Juta Dolar Atas Kasus Kematian Warmbier

(bya/asq)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler