Connect with us

Hankam

Sampaikan Kepada Generasi Penerus, Dulu Indonesia Pernah Menjadi AU Terbesar di Asia Tenggara

Published

on

Manuver pesawat tempur TNI AU (Foto: Dok. Dispenau)

Manuver pesawat tempur TNI AU (Foto: Dok. Dispenau)

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa peresmian Museum R. Achmad Imanullah adalah untuk untuk mengabadikan mesin-mesin atau engine yang pernah digunakan untuk melengkapi pesawat-pesawat militer TNI AU.

“Museum ini diharapkan sebagai edukasi dan rekreasi kepada generasi penerus dan kita sampaikan bahwa Indonesia dulu pernah menjadi Angkatan Udara terbesar di Asia Tenggara,” Panglima TNI pada peresmian Koleksi Pesawat Hercules C-130 B, Hercules T-1301, Foker F-27 T-2707, Avia-14, Hawkers Hunter F.Mk.4 N-112 dan Museum Engine R. Achmad Imanullah, bertempat di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta, Selasa (24/4).

Panglima TNI menuturkan, kebanggaan tersebut bisa disampaikan kepada generasi penerus. “Ingat, bahwa dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan, sepertiga adalah daratan dan di atasnya adalah tiga pertiga wilayah udara, kita harus memanfaatkan udara ini untuk meningkatkan kedirgantaraan,” katanya.

Baca juga: Semangat Juang AURI Mempertahankan Kemerdekaan

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sesuai dengan catatan sejarah bahwa Indonesia adalah negara pertama di luar Amerika yang memiliki pesawat Hercules. Pesawat dengan nomor Regristasi T-1301 merupakan pesawat Hercules yang pertama kali menyentuh bumi nusantara di Kemayoran Jakarta. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan untuk mengabadikan Hercules T-1303 di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

“Ini adalah bukti bahwa Air Power Indonesia pada saat itu benar-benar menunjukan kedigdayaannya Indonesia pada masa itu,” sebutnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa seluruh benda-benda yang berada di Muspusdirla adalah suatu bentuk wahana visualisasi yang dapat digunakan untuk edukasi, rekreasi dan untuk inspirasi generasi penerus.

Baca juga: Kadet Pnb Sutardjo, Sang Penakluk Tiga Kota di Jawa Tengah

Baca Juga:  Panglima TNI Baru Diminta Lakukan Modernisasi Alutsista Pertahanan Udara dan Laut

“Pada saat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, yang pertama kali saya sentuh adalah sejarah, agar generasi penerus mampu melihat sejarahnya sendiri dan memiliki kebanggaan bahwa Angkatan Udara Indonesia pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ungkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh senior TNI AU yang telah bergabung di TNI Angkatan Udara demi menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

“Alutsista yang pernah mereka gunakan untuk mempertahankan NKRI waktu itu, di antaranya Hercules C-130 dan Hawker Hunter,” ucapnya.

“Pesawat-pesawat tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan Operasi Trikora, karena mampu menembus blokade musuh dan bekerja sama dengan Pesawat T-16 untuk mempertahankan Wilayah Udara Indonesia,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (red)

Editor: Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler