Connect with us

Peristiwa

Sambutan Istimewa Lawatan Raja Salman, Patung Pun Tutup Aurat

Published

on

Patung perempuan di Istana Bogor ada yang dibiarkan terbuka / Foto: Dok. Biro Pers Setpres
Patung perempuan di Istana Bogor ada yang dibiarkan terbuka / Foto: Dok. Biro Pers Setpres

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sebagaimana lazimnya, setiap penyambutan tamu istimewa apalagi sekelas Raja dari Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, sebutir debu pun tak baik ada yang tak istimewa. Berhari-hari pun persiapan penyambutan dilakukan. Supaya, Raja Salman dapat lebih hukmat selama berada di tanah air.

Protokol keamanan, sajian makanan, hidangan hiburan, serta hal-hal kecil yang dapat mengganggu pandangan mata dan suasa hati juga disulap sebaik-seindah mungkin. Berapapun waktu, tenaga, dan biaya mesti digelontorkan oleh pemerintah demi membuat Istana dapat dinikmati Raja Salman beserta rombongan.

Dari segenap persiapan penataan ruang dan keamanan, ada satu hal yang tidak biasa kemarin di Istana Bogor. Dan jika hal ini dilewatkan oleh tim penata ruangan, mungkin akan membuat Raja Salman beserta rombongan sedikit kurang nyaman.

Terkesan remeh temeh, tapi penting. Mulanya hanya sebuah patung hiasan di lingkungan Istana Bogor. Tapi penampakan patung itu dalam keadaan telanjang. Meski hanya seonggok batu tiruan tubuh perempuan tanpa sehelai benang pun, tuan rumah merasa penting untuk menutupinya. Itu demi sopan santun dalam menyambut tamu.

Penting untuk ditutup, sebab patung itu berada di tempat Raja Salman dan 16 pangeran diagendakan menanam pohon dan dilewati oleh Raja Salman saat berkeliling di halaman Istana Bogor. Bahkan, patung serupa yang memang tidak akan dilewati Raja, tidak ditutupi daun-daunan. Sebagai perbandingan, patung yang berada jauh di sebelah kanan Gedung Istana Bogor yang biasanya menjadi tempat parkir tamu.

Menurut laporan kantor berita CNN Indonesia, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan bahwa penutupan itu merupakan bentuk hormat Istana terhadap budaya dan kunjungan Raja Salman.

Baca Juga:  Jokowi Gagal Paham Esensi Bernegara: Dikala Oposisi Mengisi Ruang Kosong, Negara Hadir Ibarat Monster Leviathan

Adapun bentuk penghormatan lainnya adalah pengenaan kain kerudung oleh sejumlah menteri perempuan Indonesia. Seperti Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi.

Djumala mengatakan, hal itu merupakan inisiatif dan pemahaman menteri saat menjamu. Istana sama sekali tidak secara khusus meminta pengenaan kain kerudung, begitu pula dengan Arab Saudi. “Tidak ada request. Dalam etika dan pakem diplomatik, itu simbol atau cara kami menghormati tamu,” kata Djumala di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017) kemarin.

Menurut Djumala, hal itu bukan kali pertama para Menteri perempuan mengenakan kain kerudung. Mereka sesekali terlihat mengenakan kain kerudung, biasanya saat kunjungan kerja ke Aceh. (rsk)

Editor: Sulaiman

Loading...

Terpopuler