Connect with us

Rubrika

Samawi Institute Bakal Gelar Lomba Stand Up Comedy di Sleman City Hall Yogyakarta

Published

on

lomba stand up comedy, stand up comedy, samawi institute, generasi milenial, pemilih milenial, kaum milenial, nusantaranews

Stand up comedy. (Foto: Ilustrasi/mycyprusinsider.com)

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Lembaga Pengembangan Demokrasi Pancasila dan Kebangsaan, Samawi Institute menggelar lomba stand up comedy bertajuk ‘Cerdas Pilih Pemimpin Bangsa‘. Kegiatan ini akan digelar pada Minggu 10 Februari 2019 di Sleman City Hall, DIY.

Kegiatan ini dalam rangka menggaet kaum milenial agar tidak apastis terhadap politik dan pemilu sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih. Sebab, tidak semua generasi milenial apastis terhadap politik dan pemilu, dan pemilihan umum yang jadwalnya bakal digelar serentak pada Rabu 17 April 2019 para pemilihnya disebut-sebut mayoritas orang-orang muda (milenial), bahkan terdapat pemilih baru yang belum bisa pernah memilih karena batasan umur, saat ini sudah bisa berpartisipasi.

Samawi Institute menyebut sedikitnya ada 4 alasan mengapa generasi milenial harus ikut memilih dalam pemilu mendatang. Pertana, memandakan kedewasaan berpikir dan bersikap. Salah satu tanda kedewasaan adalah bisa berfikir dan bersikap sesuai apa yang dianggapnya benar.

“Dalam pemilu ini terdapat 2 pasang calon yang bertarung. Nah, dengan memilih salah satu calon tentunya harus memiliki alasan yang kuat mengapa memilih calon tersebut. Di sinilah diperlukan cara berfikir, analisa dan bersikap atas semua informasi yang didapat,” kata Direktur Samawi Institute, Hazwan Iskandar Jaya.

Kedua, partisipasi dalam menentukan arah bangsa. Memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan adalah hal yang sangat penting. Kalau sampai salah memilih jadi apa bangsa ini. Maka, satu suara sangat menentukan arah suatu pemerintahan.

“Nah kamu harus ikut di dalamnya. Tidak bisa lagi berkata. Kan cuma satu suara? Kalau semua berfikir begitu ya bakalan kacau semuanya. Pemimpin buruk muncul bukan karena tidak ada pemimpin yang baik. Tetapi tidak ada yang mau untuk sekedar datang memilih pemimpin yang baik. Jadi ingat bawa satu suara dihitung dan sangat besar manfaatnya,” ucap Hazwan.

Baca Juga:  Peneliti ISESS Minta Lembaga Negara Tak Baper Soal Robertus Robet

Ketiga, belajar bertanggungjawab sebagai warga negara. “Mungkin pilihan kita nantinya akan kalah atau bisa juga menang. Nah di sinilah kita harus memiliki rasa tanggung jawab. Kalau pilihan kita menang, kita wajib menjaga dan juga mengkritisi apabila saat menjadi pemimpin ternyata jauh dari apa yang dibilang saat kampanye. Dan apabila kalah kita juga tidak boleh anarkis. Harus bisa menerima, serta juga ikut mengkritisi jalannya pemerintahan. Sikap bertanggung jawab juga tercermin bahwa kita sudah diberikan hak pilih oleh negara, dengan segala prosedur kita berhak memilih. Dan itu tidak gratis. Maka, sebagai warga negara yang baik maka sudah menjadi tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut serta memastikan berjalan dengan tertib dan lancar,” papar Samawi Institute lagi.

Keempat, menghapus stigma bahwa milenial abai terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. “Generesi milenial sering dianggap generasi yang cuek bebek. Yang taunya main gadget, main game, ke mall, nongkrong, pokoknya jauh dari kesan baik. Paham mengenai politik apalagi. Mereka dicap tidak tahu apa-apa tentang politik, karena asik dengan dunia mereka sendiri. Nah dengan ikut perpartisipasi di dalam pemilu ini diharapkan stigma negatif tersebut akan hilang. Tunjukan bahwa generasi milenial adalah generasi yang juga ikut serta dalam menentukan nasib bangsa. Bahwa generasi millenial tidak abai terhadap isu-isu politik terkini,” paparnya.

(bls/eda)

Editor: Almeiji Santoso

Terpopuler