Connect with us

Politik

Samakan Diri Dengan Anwar Ibrahim, Mega: Saya Mengikuti Perjalanan Politikmu

Published

on

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato di acara penganugerahan Doctor Honoris Causa dirinya dari UNP. (FOTO: Istimewa)

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato di acara penganugerahan Doctor Honoris Causa dirinya dari UNP. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Padang – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyemakan perjalan politiknya dengan mantan wakil perdana menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Mega sebut karir politik dirinya dan Anwar Ibrahim sama-sama tidak berjalan di atas karpet merah. Ia pun mengatakan, antara dirinya dan Anwar bisa disebut satu angatan dalam politik. Dimana keduanya kini sama-sama berusia 71 tahun.

“Dapat dikatakan pula perjalanan politik yang kami pilih bukan perjalanan politik yang berjalan di bentangan karpet merah,” ujar Megawati saat memberikan testimoni pada acara penganugerahan doktor kehormatan dari Universitas Negeri Padang (UNP) untuk tokoh Malaysia, Anwar Ibrahim, Senin (29/10/2018).

Mega megungkapkan, dirinya pernah menjalani pemeriksaan di Kepolisian dan Kejaksaan saat memimpin PDI pada era Orde Baru. Ia berjuang menumbangkan rezim otoriter orde baru, hingga hampir dimasukkan dalam bui. “Saya dapat merasakan, ‘diinteli’ saja rasanya kalau tidak kuat, jantung kita itu mau copot. Saya mengalami itu,” jelas Mega yang juga menerima gelar DR HC dari UNP.

Anwar pun, kata Mega, mengalami hal serupa dalam meniti karier politiknya di Malaysia. Anwar juga melakukan perjuangan dalam karier politiknya hingga difitnah dan dipenjara. Penjara, lanjut Mega, jadi pembeda perjalanan politik dirinya dengan Anwar.

“Saya mungkin tinggal satu langkah (diadili dan dipenjara), tetapi politik begitu cepat sehingga Indonesia mengalami reformasi. Alhamdulillah saya belum jadi masuk ke penjara,” kata dia.

Mega juga menilai sosok Anwar adalah sosok yang tegar, hingga tembok penjara pun tidak mampu meruntuhkan semangat tokoh Malaysia itu. “Sahabatku, saya mengikuti perjalanan politikmu dalam menentang ketidakadilan. Dinding penjara pun tidak mampu meruntuhkan semangat seorang Dato Seri Anwar bin Ibrahim untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat Malaysia. Ini bukan omong kosong,” kata dia.

Ia menambahkan, sejarah telah mencatat perjuangan Anwar untuk menyatukan bangsa Malaysia yang multietnis layaknya Indonesia. “Perjuangan politiknya untuk pengakuan, penghargaan, dan persamaan perlakuan terhadap seluruh etnis yang ada di Malaysia adalah bentuk perjuangan politik kemanusiaan yang telah diyakininya, dirintisnya sejak usia muda,” ujarnya.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler